JEMBRANA – Cuaca buruk di Selat Bali memicu insiden di atas kapal penyeberangan. Sebanyak lima unit truk mengalami kerusakan setelah saling senggol akibat terjangan gelombang tinggi saat KMP Agung Samudra IX berlayar menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (11/5) malam sekitar pukul 22.30 WITA. Kapal yang dinakhodai oleh Kusman tersebut diketahui bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan LCM Gilimanuk dengan membawa muatan puluhan kendaraan.
“Telah terjadi muatan KMP Agung Samudra IX mengalami benturan atau senggolan sesama kendaraan saat melakukan pelayaran,” ungkap Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, Selasa (12/5).
Berdasarkan keterangan pihak Syahbandar, KMP Agung Samudra IX mulai lepas sandar dari Ketapang pada pukul 21.45 WITA. Namun, saat kapal berada di sekitar lampu merah atau mercusuar sekitar 1,5 mil dari Pelabuhan LCM Gilimanuk kapal tiba-tiba diterjang ombak besar saat sedang mengambil haluan.
Guncangan keras akibat gelombang tersebut membuat kendaraan di dalam dek kapal bergeser dan saling berbenturan. Akibatnya, lima unit truk jenis Colt Diesel mengalami kerusakan pada bagian bak. Dengan rincian 4 truk bermuatan beras dan satu truk bermuatan katul
Meski sempat terjadi kepanikan akibat benturan kendaraan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. KMP Agung Samudra IX sendiri mengangkut total 3 unit truk besar, 22 unit truk sedang, 2 unit trailer, serta 33 orang penumpang.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa kerusakan materiil yang dialami pemilik kendaraan telah ditangani oleh pihak asuransi.
“Terhadap kejadian tersebut telah ditangani oleh pihak Asuransi Jasa Raharja Putra. Nihil adanya korban jiwa dan sampai saat ini situasi penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk terpantau dalam keadaan kondusif,” pungkasnya.







