Diduga Akibat Hutang Seorang Lelaki di Kupang Nekat Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

Nirmedia

Keterangan Foto : Diduga Akibat Hutang Seorang Lelaki di Kupang Nekat Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

Kupang – Warga di Kabupaten Kupang digemparkan dengan penemuan korban gantung diri, dia adalah seorang laki-laki berinisial(MT) warga Dusun I, Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri kamis(7/3/2024)

Kejadian bermula saat pada malam sebelumnya menurut istri korban, ada rekan korban yang menagih hutang kepada korban sebesar 2,5 Juta rupiah, sebagaimana disampaikan oleh istri korban saat mereka makan malam sekitar pukul 20.00 wita, pada Rabu 6 Maret 2024, mendengar hal itu korban cuma diam lalu masuk dapur untuk tidur, keesokan harinya saat bangun tidur istri korban sudah tidak melihat suaminya berada dirumah, betapa terkejutnya istri korban ketika mendapati ternyata suaminya telah tergantung di pohon jambu air tak jauh dari rumah mereka, dengan panik istri korban langsung lapor pada salah satu linmas.

banner 728x250

Kapolres Kupang, AKBP. Anak Agung Gede Anom Wirata, melalui Kapolsek Amfoang, Selatan, IPTU. Laurensius Daton Sabon, saat dikonfirmasi tim media, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Memang benar kami menerima laporan terkait adanya kejadian tersebut dari pihak kepala desa setempat, lalu segera anggota kami dari Polsek Amfoang Selatan bersama tim dari Puskesmas Fatumonas mendatangi TKP, untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar terhadap korban gantung diri(MT)” tegas Kapolsek Amfoang Selatan.

Lebih lanjut IPTU Laurensius juga menambahkan, anggota melakukan olah TKP dilapangan, selanjutnya langsung mengevakuasi korban dari TKP menuju rumah korban bersama tim medis Puskesmas.

“Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan saat di TKP pada jasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga bisa dipastikan bahwa memang korban murni meninggal akibat bunuh diri, sementara ini motif dari korban adalah diduga karena terlilit hutang 2,5 juta kepada rekannya yang belum bisa dibayar” pungkas Kapolsek.

Atas kejadian ini, pihak keluarga mengaku ikhlas dan menerima sebagai musibah serta membuat surat pernyataan penolakan autopsi, selanjutnya pihak keluarga mengurus pemakaman korban. (*)

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250