Manggar – Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menjadi salah satu dari 42 daerah percontohan nasional program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) 2026. Kesiapan ini ditegaskan melalui kunjungan kerja Sekretaris Ditjen Dukcapil Kemendagri, Hani Syopiar Rustam, bersama Tim Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Kamis (21/5/2026).
Dalam kunjungan kali ini, Tim Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah bersama Sesditjen Dukcapil melaksanakan beberapa agenda penting.
Pertama, audiensi dengan pimpinan daerah yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, beserta jajaran pemerintah daerah di Auditorium Zahari MZ.
Dalam pertemuan ini, Sesditjen Hani menekankan pentingnya dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan piloting digitalisasi bansos. “Komitmen pemerintah daerah menunjukkan hadirnya negara di tengah masyarakat untuk memastikan penyaluran bansos lebih baik dan tepat sasaran,” ujar Hani.
Siang harinya, agenda kedua berupa sosialisasi program Digitalisasi Perlinsos kepada ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan seluruh OPD, organisasi masyarakat, dan tokoh masyarakat. Sosialisasi dibuka langsung oleh Sesditjen Hani bersama Wakil Bupati Khairil. Keduanya menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep digitalisasi bansos, integrasi DTSEN dengan data Dukcapil, serta fondasi Digital Public Infrastructure (DPI) melalui IKD, autentikasi biometrik wajah, SPLP, dan pembayaran digital.
Tim Komite juga mencontohkan bagaimana beberapa negara, seperti India, telah sukses menerapkan DPI dalam tata kelola pemerintahan, termasuk dalam menjalankan program bantuan sosial.
Selain itu, Tim Komite juga membagikan success story dari pelaksanaan piloting tahun lalu di Kabupaten Banyuwangi yang bisa meningkatkan keakuratan calon penerima serta dapat menekan waktu proses pentargetan secara signifikan, yaitu dari 200 hari menjadi hanya 5 menit.
Diharapkan dari sosialisasi ini, seluruh lapisan masyarakat memiliki pemahaman yang sama sehingga tidak menimbulkan perbedaan persepsi, serta mampu melanjutkan sosialisasi di lingkungan masing-masing.
Agenda ketiga, berupa bimbingan teknis (TOT) kepada sekitar 50 agen yang hadir secara fisik, sementara lainnya mengikuti secara daring dari kantor masing-masing. Dalam sesi ini, Tim Komite menjelaskan secara detail kepada agen langkah-langkah yang akan mereka lakukan nantinya dalam membantu penduduk untuk registrasi ke portal Perlinsos, termasuk mendampingi warga yang belum memiliki perangkat digital atau literasi teknologi terbatas.
Melalui agen pula, inklusi program dapat ditingkatkan sehingga tidak ada masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial terlewat dari proses pendaftaran.
Dengan terselenggaranya tiga rangkaian kegiatan—audiensi, sosialisasi, dan TOT—Kabupaten Belitung Timur dinyatakan siap menuju tahap berikutnya, yaitu proses registrasi serentak yang akan dimulai awal Juni 2026 di 42 lokasi uji coba.
Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar mengatakan, sosialisasi yang dilaksanakan menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan program digitalisasi bansos. Menurutnya, penyamaan pemahaman penting dilakukan agar proses pendataan penerima bantuan sosial berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan data yang akurat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program digitalisasi bansos yang mulai diterapkan di daerah tersebut sebagai bagian dari pilot project nasional.
“Dengan sistem digitalisasi yang terintegrasi, diharapkan tidak ada lagi masyarakat miskin yang terlewat dari penerimaan bantuan sosial, serta tidak ada lagi penerima bantuan yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria,” ujar Khairil.
Khairil Anwar juga meminta seluruh agen pendamping, mulai dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga operator desa, untuk serius memahami teknis pendataan di lapangan serta mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat dalam pelaksanaan program digitalisasi bantuan sosial. “Ini sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar. Karena itu dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar program ini benar-benar berjalan maksimal,” ujarnya.
Melalui program percontohan ini, pemerintah berharap data penerima bantuan sosial di Belitung Timur menjadi lebih akurat, sehingga penyaluran bansos dapat berjalan lebih tepat sasaran dan transparan.







