Mimih..! 10 Kali Kemalingan Sejak Juli, Warga Pangkung Apit Jembrana Gelar Ronda Malam

Ket Foto: Polisi Selidiki kasus pencurian di Banjar Pangkung Apit, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, meresahkan warga,(ist)

JEMBRANA – Maraknya kasus pencurian di Banjar Pangkung Apit, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, meresahkan warga. Terhitung sejak Juli hingga September 2026, tercatat sebanyak 10 aksi pencurian terjadi di wilayah tersebut.

“Kronologi awal kejadian dari bulan Juli 2026. Sejak kurun waktu Juli sampai September 2026 total yang kemalingan ada 10 kejadian di satu banjar ini,” ungkap salah seorang korban, I Gusti Ngurah Putu Wira Darma, Jumat (18/9).

banner 728x250

Wira menuturkan, ada tujuh rumah warga yang dibobol maling. Bahkan, salah satu rumah menyasar hingga tiga kali aksi pencurian. pelaku dinilai sangat cerdik karena selalu berhasil meloloskan diri.

“Di rumah saya, emas perhiasan sekitar 8 gram, uang sebesar Rp 1,9 juta, dan pipil tanah (hilang),” jelas Wira. Selain milik Wira, pelaku juga menyasar barang berharga lain seperti uang tunai, emas, hingga bokoran dari rumah warga.

Wira mengaku telah melaporkan kejadian yang dialaminya pada 4 Agustus 2026 ke Polsek Mendoyo. Pihak kepolisian pun sudah menindaklanjuti dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, aksi pencurian terus berlanjut.

“Setelah saya, ada lagi tiga rumah yang mengalami pencurian. Yang terakhir di rumah tetangga saya, Pak Gede Suamar, tanggal 13 September kemarin. Total kerugian sekitar Rp 3 jutaan, uang dan emas,” tuturnya. Sayangnya, korban terakhir tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Guna mengantisipasi aksi serupa, warga Banjar Pangkung Apit sempat menggelar ronda malam secara bergilir. Uniknya, selama ronda malam berlangsung, tak ada aksi pencurian yang terjadi.

“Hanya berjalan dua minggu (ronda malam), karena kesibukan dan anggaran dari desa tidak ada, ronda malam terhenti. Ronda selesai, eh malah ada pencurian lagi,” kata Wira.

Kapolsek Mendoyo Kompol Wayan Sartika membenarkan adanya rentetan aksi pencurian tersebut. Namun, ia menyayangkan tidak semua korban berinisiatif melapor.

“Tidak semua melapor, hanya ada 3 laporan, Kasus ini kami masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman,” ujar Sartika singkat.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250