MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan memilih cara berbeda dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Tahun ini, pemerintah daerah tidak mengarahkan pengiriman karangan bunga ucapan kemerdekaan, melainkan mengalihkannya menjadi bingkisan yang akan diberikan kepada penyandang disabilitas berat dan lanjut usia (lansia) kurang beruntung.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Magetan memaknai peringatan kemerdekaan melalui kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Pemkab Magetan menyebut peringatan HUT ke-81 RI harus menjadi momentum yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Hal itu selaras dengan tema nasional, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, rangkaian peringatan kemerdekaan di Kabupaten Magetan tetap digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan sekaligus Ketua Panitia HUT ke-81 RI, Welly Kristanto, mengatakan berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menerjemahkan tema kemerdekaan dalam bentuk kegiatan yang memiliki manfaat langsung.
“Berbagai kebijakan yang kami ambil merupakan bagian dari semangat mengimplementasikan tema besar HUT ke-81 Republik Indonesia, yaitu Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” ujar Welly Kristanto.
Karangan bunga dialihkan menjadi bingkisan. Pengalihan karangan bunga menjadi bingkisan kemerdekaan dilakukan dengan melibatkan perangkat daerah, badan publik, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat.
Bingkisan tersebut nantinya disalurkan secara serentak menjelang peringatan Hari Kemerdekaan kepada penyandang disabilitas berat dan lansia yang kurang beruntung di seluruh wilayah Kabupaten Magetan.
Selain menghadirkan manfaat secara langsung bagi penerima, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah dari penggunaan karangan bunga.
Langkah itu dinilai relevan dengan kondisi pengelolaan sampah yang saat ini menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Dengan demikian, peringatan kemerdekaan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Ada program Merdeka Sarapan. Selain bingkisan kemerdekaan, Panitia HUT ke-81 RI Kabupaten Magetan juga menyiapkan program Merdeka Sarapan. Program tersebut berupa penyediaan sarapan gratis bagi masyarakat yang hadir dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sarapan gratis tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi tamu undangan dan peserta upacara, tetapi juga penonton serta masyarakat umum yang berada di lokasi kegiatan.
Program Merdeka Sarapan melibatkan lebih dari 17 pelaku UMKM, menghadirkan delapan menu makanan khas Indonesia, serta menyediakan lebih dari 2.026 porsi makanan.
Seluruh kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dan dukungan pelaku usaha, badan publik, serta berbagai pihak di Kabupaten Magetan. Diharapkan menjadi gerakan kebersamaan, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.
Menurut dia, semangat gotong royong menjadi bagian penting agar perayaan kemerdekaan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, badan publik, pelaku usaha, dan seluruh pihak yang telah bergotong royong memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Magetan,” kata Nanik.
Nanik juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kebijakan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian masyarakat.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Magetan dan turut mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (%)







