JEMBRANA – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video tidak senonoh yang diduga melibatkan seorang oknum guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Jembrana, Bali. Video berdurasi sekitar 4 menit 30 detik tersebut memperlihatkan aksi pornografi saat melakukan panggilan video (video call).
Dalam potongan video yang beredar, tampak seorang wanita mengenakan headset sedang melakukan panggilan video dengan seorang pria. Wanita tersebut beberapa kali menunjukkan bagian sensitifnya ke arah kamera, yang kemudian direspons oleh pria di dalam panggilan tersebut.
Informasi ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun bernama Nur Halisah di salah satu grup media sosial. Dalam unggahannya, akun tersebut mengecam keras aksi yang diduga dilakukan oleh seorang pendidik di salah satu SD di Jembrana tersebut.
“Seorang Oknum guru yang berstatus P3K yang diduga mengajar di salah 1 SD di Jembrana juga diduga berasal dari Jembrana juga telah melakukan aksi porno grafi dengan memperlihatkan payudara dan alat kelaminnya. sungguh tindakan yang sangat memalukan bagi seorang pendidik!!! Dimohon kepada BPK BUPATI JEMBRANA,,,KADIS PENDIDIKAN JEMBRANA,, KEPALA SEKOLAH tempat guru tsb mengajar agar segera memecat nya!!!! Jangan kasi toleransi!!! PECAT!!!,” tulis akun tersebut.
Menanggapi video viral tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Satreskrim Polres Jembrana saat ini tengah melakukan penyelidikan dan memburu keberadaan mantan suami dari wanita yang ada di dalam video tersebut.
Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, mengungkapkan bahwa rekaman video tersebut merupakan dokumen lama yang diambil saat keduanya masih terikat hubungan pernikahan pada tahun 2024 lalu.
“Informasi awal yang bersangkutan tahun 2024 pernah melakukan video call dengan suaminya, dan sekarang saat video viral statusnya sudah sah bercerai,” kata Alit Darmana saat dikonfirmasi, Rabu (8/7).
Saat ini, polisi tengah melacak keberadaan sang mantan suami untuk dimintai keterangan. Namun, petugas mendapati kendala lapangan karena ponsel milik pria tersebut dalam keadaan tidak aktif.
“Kita masih kejar (suaminya) karena HP kondisi mati, namun posisi terakhir di Denpasar. Kami ingin klarifikasi dari suaminya langsung untuk perkembangan kasus,” pungkasnya.







