JEMBRANA – Seekor lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik ditemukan terdampar dalam kondisi mati di pesisir Pantai Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Bangkai mamalia laut tersebut kini telah dikuburkan oleh petugas di sekitar lokasi penemuan.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (17/5) sekitar pukul 10.00 WITA. Bangkai lumba-lumba pertama kali ditemukan oleh seorang buruh harian lepas setempat bernama Muhamad Sidik (41).
“Saat saksi sedang berjalan di tepi pantai, dia melihat ada satu ekor lumba-lumba yang terdampar di bibir pantai dan posisinya sudah dalam keadaan mati,” ujar Sartika, Minggu (17/5).
Melihat hal tersebut, Sidik berinisiatif menarik bangkai lumba-lumba ke area yang lebih aman agar tidak terseret arus kembali. Ia kemudian melaporkan temuan ini kepada Bhabinkamtibmas Desa Yehsumbul, I Gede Ardana, yang selanjutnya diteruskan ke Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Mendoyo.
Menerima laporan warga, tim UKL Polsek Mendoyo bersama personel Polairud Polres Jembrana langsung bergerak menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan pemeriksaan luar.
Berdasarkan hasil identifikasi bersama petugas Polairud, mamalia yang dilindungi tersebut diketahui merupakan jenis lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik. Bangkai lumba-lumba tersebut memiliki panjang mencapai 215 sentimeter dengan diameter perut sekitar 120 sentimeter.
“Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka pada bagian tubuh lumba-lumba tersebut,” jelas Sartika.
Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Wayan Ludi, selaku penyuluh perikanan dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, petugas kepolisian bersama personel Polairud memutuskan untuk langsung mengevakuasi bangkai satwa tersebut.
“Sekitar pukul 12.30 WITA, bangkai lumba-lumba tersebut sudah dikuburkan bersama-sama di sekitar lokasi penemuan,” pungkasnya.







