Magetan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sayidiman Magetan menggelar edukasi kesehatan dalam rangka Rosacea Awareness Month guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait penyakit kulit rosacea yang kerap disalahartikan sebagai kondisi wajah normal.
Kegiatan penyuluhan tersebut disampaikan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Edy Tjijahyono, Sp.KK, di ruang tunggu poliklinik rawat jalan.
Ia menjelaskan bahwa kemerahan pada wajah yang berlangsung terus-menerus, terutama di area pipi, hidung, dagu, dan dahi, perlu diwaspadai sebagai gejala rosacea.
“Banyak yang mengira wajah merah itu tanda sehat atau sekadar reaksi malu. Padahal jika disertai bintil mirip jerawat, rasa panas, atau perih saat terpapar sinar matahari, itu bisa mengarah ke rosacea,” ujar Edy.
Rosacea merupakan penyakit peradangan kulit kronis yang ditandai dengan kemerahan menetap dan pelebaran pembuluh darah kecil (telangiektasia). Pada kondisi tertentu, penderita juga dapat mengalami benjolan kecil menyerupai jerawat hingga pembesaran hidung pada kasus berat.
Menurut Edy, rosacea lebih sering dialami oleh wanita berusia 35 hingga 45 tahun. Meski demikian, penyebab pasti penyakit ini belum diketahui. Namun, sejumlah faktor pemicu telah diidentifikasi, antara lain konsumsi makanan pedas, minuman panas atau beralkohol, paparan sinar matahari, stres, perubahan cuaca, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga infeksi parasit seperti demodex.
“Latihan fisik yang terlalu berat juga bisa memicu kemunculan gejala pada beberapa orang,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara tepat. Gejala umum rosacea meliputi kemerahan yang menetap, pembuluh darah yang tampak jelas, kulit terasa panas atau sensitif, serta munculnya benjolan kecil di wajah.
Dalam upaya pencegahan, masyarakat disarankan untuk menghindari faktor pencetus, menggunakan produk perawatan kulit yang lembut, serta rutin memakai tabir surya. Selain itu, pemilihan kosmetik yang tidak mengiritasi juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit.
“Penanganan rosacea dapat dilakukan melalui penggunaan skincare khusus untuk memperbaiki lapisan pelindung kulit, terapi topikal, hingga tindakan laser sesuai anjuran dokter,” jelas Edy.
Melalui edukasi ini, RSUD dr. Sayidiman berharap masyarakat semakin memahami bahwa rosacea bukan sekadar masalah kosmetik, melainkan kondisi medis yang memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat. (%)







