JEMBRANA – Nasib sial menimpa seorang pemuda berinisial D (22) di Kabupaten Jembrana, Bali. Pria yang diduga merupakan pelaku begal paha ini mengalami kecelakaan tunggal hingga terperosok ke saluran irigasi usai melancarkan aksinya. Akibatnya, D harus dilarikan ke RSUD Sanglah karena mengalami luka serius dan patah tulang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (12/4) sekitar pukul 19.30 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pelecehan ini bermula saat korban, seorang perempuan berinisial MJ (21), baru saja selesai berolahraga di Kelurahan Baler Bale Agung.
Saat dalam perjalanan pulang, MJ dibuntuti oleh D yang mengendarai sepeda motor Honda ADV warna putih tanpa pelat nomor. Setibanya di jalanan sepi wilayah Banjar Peh, Desa Kaliakah, pelaku tiba-tiba meraba paha korban dan langsung memacu kendaraannya untuk melarikan diri.
Nahas bagi pelaku, ia diduga tidak menguasai medan jalan. Saat mencoba kabur dengan kecepatan tinggi, motor yang dikendarainya hilang kendali hingga masuk ke saluran irigasi sawah.
Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan memanggil ambulans. Namun, kecurigaan warga muncul lantaran motor pelaku tidak menggunakan pelat nomor. Setelah dicek, pelat nomor kendaraan tersebut ternyata dilepas dan disembunyikan di dalam jok motor. Warga menduga pelaku sudah sering melakukan aksi serupa.
Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, membenarkan adanya kecelakaan tunggal (OC) di wilayah Banjar Peh, Desa Kaliakah tersebut. Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman terkait status pria tersebut sebagai pelaku begal paha.
“Betul ada kecelakaan tunggal (OC). Korban (pengendara motor) dibawa ke RS Sanglah,” ujar Alit, Senin (13/4).
Terkait dugaan pelecehan seksual atau begal paha yang dilakukan pengendara tersebut, Alit menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk meminta keterangan dari pihak korban.
“Untuk dugaan pelecehan masih kita dalami. Baru keterangan korban yang kita dalami,” pungkasnya.







