Wujudkan Perlindungan Hutan, Pemkab Jembrana Didukung KPH Bali Barat, SASHI Dan Rainfores Trust, Gelar Lokakarya Sosial Ekonomi dan Keanekaragaman Hayati

Keterangan Foto : Wujudkan Perlindungan Hutan, Pemkab Jembrana Didukung KPH Bali Barat, SASHI Dan Rainfores Trust, Gelar Lokakarya Sosial Ekonomi dan Keanekaragaman Hayati

Jembrana Pemerintah Kabupaten Jembrana, bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar lokakarya persetujuan kegiatan survei sosial ekonomi, dan keanekaragaman hayati, dalam rangka mendukung penguatan perlindungan hutan dan perhutanan sosial.

Lokakarya ini, terselenggara oleh dukungan Anggota Sabha Wana Kertih yaitu Direktur Yayasan SASHI, yang dibentuk oleh KPH Bali Barat dan disupport dari Rainfores Trust ini, digelar di Hotel Jimbarwana Kabupaten Jembrana, pada Minggu, (13/7/2025), dan dihadiri oleh Bupati Jembrana, Kepala Bappeda Jembrana, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali, Kepala KPH Bali Barat, Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Ketua Komisi II DPRD Jembrana beserta Anggota, Direktur Yayasan Serasi Alam Santhi (SASHI), serta anggota Tim Kerja Sabha Wana Kerti.

banner 728x250

Dalam sambutannya, Ketua Sabha Wana Kerti yang dibacakan Kepala KPH Bali Barat, selaku Sekretaris Sabha Wana Kerith, Agus Sugiyanto, S.Hut, MH, menyampaikan pentingnya kegiatan ini.

“Lokakarya ini, adalah sebagai tindak lanjut studi kelayakan tahun sebelumnya. Kami berharap, hasil lokakarya ini menjadi dasar kebijakan perlindungan kawasan hutan di Kabupatn Jembrana. Kami juga menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor, dan pelibatan masyarakat adat”, ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas KLH Provinsi Bali, DR I Made Rentin, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi multipihak ini. Ia menyoroti posisi strategis Jembrana dalam konservasi kawasan Bali Barat dan menyatakan bahwa pemerintah provinsi siap memberikan dukungan teknis serta penguatan kebijakan untuk implementasi skema perlindungan dan perhutanan sosial berbasis masyarakat.

Selanjutnya, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, SE, MM, yang diwakili Kepala Bappeda Jembrana, I Gusti Made Wijaya, SE, yang juga merupakan Ketua Sabha Wana Kertih, membuka lokakarya secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap perlindungan kawasan hutan. Menurutnya, pendekatan kolaboratif seperti ini sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya dalam skema Integrated Area Development (IAD).

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan kondisi hutan dan tantangan di Bali Barat oleh Kepala KPH Bali Barat. Ia menjelaskan potensi dan ancaman yang dihadapi, termasuk degradasi lahan, perambahan liar, dan konflik pemanfaatan.

Berikut, Direktur Yayasan SASHI, Ir. Yohanes I Ketut Dedy Muliastra, M.EMD, mempresentasikan rencana kegiatan pembentukan areal preservasi yang akan menjadi bagian dari kawasan konservasi berbasis komunitas. Ia menekankan pentingnya dasar persetujuan bersama untuk pelaksanaan survei sosial ekonomi dan keanekaragaman hayati.

Kepala TNBB, Nuryadi, S.Hut, MP, turut berbagi pengalaman pengelolaan kawasan konservasi dan menyampaikan praktik-praktik terbaik yang relevan untuk mendukung kegiatan di Jembrana.

Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika, S.Sos, MH, juga mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan Lokakarya ini, baik dari sisi aturan, maupun penyelenggaraannya. Ia berharap, apa yang dihasilkan dari Lokarya, bukan hanya sekadar wacana, tetapi menjadi realisasi dalam bentuk tindakan, baik terhadap konservasi hutan. Terlebih kepada KTH yang telah diberikan akses legal, bisa menghasilkan PAD atau PNBP  dan yang paling penting KTH bisa turut serta dapat menjaga kelestarian hutan.

Sesi dilanjutkan dengan curah pendapat, dari peserta yang berasal dari unsur masyarakat, akademisi, LSM, dan instansi pemerintah. Diskusi difokuskan pada strategi implementasi, pelibatan kelompok rentan, serta integrasi hasil survei ke dalam dokumen pembangunan daerah.

Pada akhir kegiatan, peserta menandatangani berita acara kesepakatan pelaksanaan survei., Hingga malam hari pukul 21.00 Wita, acara ditutup dengan garden dinner dan ramah tamah, yang diisi arahan dari Bupati Jembrana dan Kadis KLH Provinsi Bali, serta diskusi ringan dengan peserta lokakarya.

Lokakarya ini, menjadi langkah konkret Pemkab Jembrana, dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang inklusif, dan berkelanjutan dengan menjadikan masyarakat, sebagai aktor utama konservasi. (!)

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250