Tiga Laka Laut Terjadi di Jembrana Akibat Cuaca Buruk, Satu Nelayan Hilang

Cuaca buruk Landa Bali, Angin kencang disertai hujan lebat, tiga laka laut terjadi di Jembrana.(Nir/sis)

JEMBRANA – Hari Sabtu (22/3) diwarnai tiga insiden kecelakaan laut (laka laut) yang terjadi di wilayah Jembrana, Bali. Insiden tersebut melibatkan nelayan dari Desa Perancak, Yeh Kuning, dan Tegal Bandeng Barat.

Insiden pertama terjadi di Perairan Perancak. I Wayan Kartika (53), seorang nelayan asal Desa Perancak, sempat terombang-ambing di laut akibat cuaca buruk. Menurut keterangan saksi, Komang Adi Diantina (39), pada pukul 12.00 WITA, jukung yang digunakan korban terhempas gelombang tinggi dan terbalik.

banner 728x250

“Beruntung, I Wayan Kartika berhasil ditemukan dalam keadaan selamat sekitar pukul 17.20 WITA dan telah kembali ke rumahnya,” ujar Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto saat dikonfirmasi, Sabtu (22/3).

Insiden kedua menimpa dua nelayan asal Yeh Kuning, I Dewa Komang Yudi Partika (51) dan I Dewa Komang Sudiana (62). Mereka terdampar di Perairan Rambut Siwi setelah jukung yang mereka gunakan mengalami mati mesin.

Menurut saksi, Dewa Putu Tirta (52), kedua korban berangkat melaut sekitar pukul 06.00 WITA. Sekitar pukul 13.30 WITA, I Dewa Komang Yudi Partika menghubungi saksi dan menginformasikan bahwa mereka mengalami mati mesin.

“Tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim SAR Kabupaten Jembrana dan Bhabinkamtibmas Yeh Kuning berhasil mengevakuasi kedua korban dalam keadaan selamat sekitar pukul 15.40 WITA,” papar Endang.

Seorang Nelayan Hilang Terseret Arus di Muara Pengambengan

Sementara itu, seorang nelayan bernama I Komang Sumo (38) dilaporkan hilang terseret arus di Perairan Ketapang, Muara Pengambengan, Kecamatan Negara, pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 12.30 WITA.

Menurut keterangan saksi, I Putu Adi, I Kadek Wahyu Vivekananta (31), dan I Komang Agus Triana (27), korban turun ke laut untuk memperbaiki katir sampannya yang lepas. Namun, gelombang besar datang dan menyeret korban.

“Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian menggunakan kapal Polairud 1024, namun hingga pukul 16.30 WITA, korban belum ditemukan. Pencarian dihentikan sementara karena cuaca buruk,” jelas petugas terkait.

Pencarian terhadap I Komang Sumo akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Pihak berwenang mengimbau kepada nelayan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut, terutama saat cuaca buruk.(Sis)

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250