BANYUWANGI – Meski netizen menyoroti sejumlah kejanggalan di balik kematian Putu Saputra Adinata alias Gading, polisi memastikan pria Kabupaten Jembrana dan berdomisili di Wongsorejo, Banyuwangi, itu meninggal dunia akibat gantung diri.
Kesimpulan ini didapat setelah tim medis melakukan visum terhadap jenazah Gading di RSU Blambangan, Banyuwangi, pada Kamis (13/3) pagi.
“Hasil visum memang belum kami terima secara tertulis, tapi secara lisan, dokter yang memeriksa menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ujar Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Andrew Vega, Kamis (13/3) malam.
Kompol Andrew Vega menjelaskan, penyebab kematian Gading karena saluran pernapasannya tersumbat akibat jeratan kain selendang yang digunakannya untuk gantung diri.
“Sebenarnya kita mau melakukan autopsi, namun istrinya dan pihak keluarga menolak keras jasad Gading diautopsi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, berdasarkan keterangan pihak keluarga dan Puskesmas Wongsorejo, sebelum ditemukan tewas tergantung, Gading diketahui sempat mencoba bunuh diri dengan cara meminum racun. Namun saat itu, nyawanya berhasil diselamatkan setelah mendapat perawatan medis.
“Usai dilakukan visum, jasad Gading kemudian diserahkan kepada pihak keluarga karena menolak untuk diotopsi,” pungkasnya.(Sis)







