Kota Kupang, nirmedia.co – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Konvensi Hak Anak (KHA) dan Gereja Ramah Anak (GRA) di GMMI Jemaat Hermon, NBS. Acara ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas DP3A Kota Kupang, Imelda P. Manafe, S.H., M.Hum, pada Jumat, (19/7/2024).
Dalam kegiatan ini, dua narasumber utama menyampaikan materi penting. Fasilitator Gereja Ramah Anak, Pdt. Ronny Steven Runtu, M.Th, menjelaskan Gerakan dan Program Gereja Ramah Anak. Sedangkan Dinson D. L. Ludji, S.Sos., M.Si, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, membahas sosialisasi dan uji coba Aplikasi Sistem Elektronik Bimbingan Teknis Konvensi Hak Anak bagi Sekolah Ramah Anak dan Rumah Ibadah Ramah Anak.
Imelda Manafe dalam sambutannya menekankan pentingnya perlindungan anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Anak merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dan memerlukan perlindungan untuk menjamin pertumbuhan fisik, mental, dan sosial secara utuh,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kualitas anak saat ini menentukan masa depan bangsa.
“Semakin baik kualitas anak saat ini, maka akan semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa,” ucap Imelda.
Menurut Imelda, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan.
“Peran serta Gereja sangat penting dalam upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak,” jelasnya.
Imelda menegaskan tujuan dari Bimtek ini, yaitu memastikan pemenuhan hak anak di lingkungan Gereja sesuai Konvensi Hak Anak, mengembangkan Kota Kupang menuju Kota Layak Anak melalui pengembangan Gereja Ramah Anak, dan meningkatkan pengembangan Gereja Ramah Anak.
Imelda mengucapkan terima kasih kepada Ketua Sinode GMMI, Ketua Majelis Jemaat Hermon, dan Kepala TK Kristen Dahlia yang telah memfasilitasi pelaksanaan Bimtek ini.
“Saya juga berterima kasih kepada narasumber dan panitia pelaksana,” ungkapnya.
Ia berharap para peserta Bimtek dapat memahami Konvensi Hak Anak dan cara mewujudkan peran Gereja serta satuan pendidikan yang ramah anak.
Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak PAR, Guru PAR, Guru Katekisasi, Guru PPA, Guru TK/PAUD, dan perwakilan jemaat GMMI Jemaat Hermon Kelurahan NBS. (*)







