TABANAN, nirmedia.co – Warga Banjar Sema, Desa/Kecamatan Kediri, dihebohkan dengan penemuan mayat orok perempuan di saluran irigasi Subak Nyitdah pada Senin (3/6/2024) pagi.
Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana, membenarkan informasi tersebut. Ia menjelaskan, penemuan orok perempuan itu diketahui pertama kali sekitar pukul 09.30 Wita. “Ditemukan sekitar pukul 09.30 Wita,” katanya.
Ia menjelaskan, lokasi penemuan orok perempuan itu ada pada saluran irigasi Subak Nyitdah. “Masuk di aliran Tukad Yeh Ge di wilayah Banjar Sema, Desa/Kecamatan Kediri,” jelasnya.
Sukadana mengungkapkan, mayat itu pertama kali ditemukan oleh I Made Sudartono (45) warga Banjar Dauh Rurung, Desa Belalang, Kecamatan Kediri. Sudartono merupakan pegawai Dinas Pekerjaan Umum pada Bidang Sumber Daya Air. Ia bertugas mengontrol pintu air pada saluran irigasi tersebut.
Awalnya, Sudartono tidak menghiraukan keberadaan mayat perempuan tersebut. Karena saat itu ia fokus melihat tumpukan sampah di selatan bendungan. “Awalnya saksi tidak melihat (mayat). Karena tujuannya melihat tumpukan sampah sekitar 50 meter di selatan bendungan,” ungkapnya.
Usai memeriksa tumpukan sampah itulah, ia melihat ada mayat bayi terapung dalam keadaan sudah membusuk. Ia kemudian melaporkan temuannya itu kepada kepala wilayah setempat. Sehingga laporan tersebut sampai ke polisi.
Usai dievakuasi, mayat orok perempuan itu kemudian dibawa ke RSUD Tabanan untuk diperiksa lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan tersebut, orok itu diperkirakan berusia delapan bulan. Dari segi kondisi, tali pusar bayi itu masih menyatu, panjangnya sekitar 14 centimeter, beratnya tiga kilogram. “Diperkirakan meninggal kurang lebih dua hari. Itu laporan awalnya,” pungkas Sukadana. (Ch/nir).







