Waduh Kantor Lurah Airnona disegel, Ada Apa ?

Nirmedia

Keterangan Foto : Ketua RT bersama warga saat segel pintu Kantor Lurah Airnona

Kota Kupang – Beredar sebuah video yang tersebar dibeberapa groub WhatsApp di Kota Kupang, tentang sejumlah warga yang menyegel kantor lurah Airnona, Jumat 16 Pebruari 2024.

Peristiwa berawal saat selesai pembukaan acara musrembang Kel, oleh sekretaris camat Kota Raja, lalu hendak dilanjutkan pembacaan tatib oleh lurah Airnona, Jean Ratu, tiba-tiba salah satu tokoh masyarakat pertanyakan persoalan pembangunan kantor lurah, yang telah dinyatakan P1 atau prioritas utama, namun hingga saat ini sudah lima tahun belum ada kejelasan, sehingga suasana Musyawarah rencana pembangunan Kelurahan yang dilaksanakan di Kelurahan Airnona, yang tadinya berjalan tertib, tiba-tiba berubah jadi sedikit panas dan menegangkan.

banner 728x250

Warga yang merasa tidak puas dan kecewa akhirnya sepakat untuk menyegel kantor lurah dan stop pelayanan, beberapa warga langsung mengambil kayu dan paku untuk menyegel pintu kantor lurah.

Ferdinand Pelo atau yang akrab disapa Fence, langsung meminta agar Musrenbang Kel agar ditutup saja, karena menurut Fence percuma diadakan musrembang Kel, kalau ternyata berbagai usulan masyarakat dalam musyawarah tersebut tak pernah diakomodir.

“Kami pikir percuma juga ada musrembang, dari tahun ke tahun apa yang jadi usulan warga malah tidak diakomodir, soal usulan pembangunan kantor lurah yang rusak dan jauh dari kata layak ini juga sudah lama kami tunggu realisasinya, namun hingga saat ini belum juga ada kejelasan, sudah 5 tahun, bahkan yang menyakitkan malah tidak masuk dalam DPA sampai 2024” tegas Fence.

Fence menambahkan bahwa warga selama ini telah terus-terusan ditipu,
“beruntung kotak suara pemilu kemarin langsung diarahkan ke kantor Kecamatan, kalau tidak bisa rusak semua” tambah Fence.

Masih menurut Fence, bahwa selama ini barang-barang yang ada di kantor lurah juga banyak yang sumbangan dari warga

“kasian para pegawai kelurahan apalagi kalau musim hujan begini, bocor dimana-mana, sehingga harus kasih pindah kursi dan berkas-berkas penting kelurahan bisa rusak oleh air hujan” tegas Fence

Hal yang sama juga disampaikan oleh ketua RT 11, Thomas Huki Djita, bahkan menurut Huki, pintu kantor lurah yang rusak saja diganti oleh RT/RW. “Karena kami peduli makanya kami rela sumbang pintu untuk kantor lurah ini, tapi Pemerintah dan DPRD justru terkesan tidak mau tahu dan tipu kami” ungkap Huki kecewa

“Masak dari ketua DPRD Kota Kupang, Kepala Bappeda, juga Plt Dinas PUPR sudah berjanji bahkan dinyatakan P1, dananya kata ketua DPRD ada, tapi mana kok gak pernah direalisasi” tegasnya.

Camat Kota Raja, Yanto Jalil saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Nya menjelaskan, bahwa memang benar telah terjadi penyegelan kantor lurah oleh beberapa RT juga tokoh masyarakat, namun semua sudah diselesaikan secara baik setelah perwakilan warga tersebut diterima oleh Penjabat Walikota Kupang, Fahrensy Fonaey, selanjutnya pemerintah berjanji bahwa akan diajukan serta dibahas dalam anggaran perubahan. (*)

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250