Upacara Manusa Yadnya Metatah Agung Melia Dan Pawiwahan Agung Kusuma Dengan Dharma Putri Dihadiri Wakil Bupati Jembrana

Keterangan Foto : Upacara Manusa Yadnya Metatah Agung Melia Dan Pawiwahan Agung Kusuma Dengan Dharma Putri Dihadiri Wakil Bupati Jembrana
banner 120x600

Jembrana – Suasana khidmat menyelimuti Banjar Adat Petanahan, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, pada Rabu (24/9/2025). Di tempat ini digelar rangkaian upacara Manusa Yadnya oleh keluarga Anak Agung Putu Sugiarta dengan Ni Luh Manik Suartini.

Prosesi diawali dengan upacara Metatah atau potong gigi terhadap Anak Agung Komang Melia Sukmawati, S.Pd, dan Anak Agung Bagus Pramana. Bagi masyarakat Hindu di Bali, upacara metatah memiliki makna simbolis untuk mengikis sifat-sifat buruk manusia atau Sadripu, yang meliputi kama (hawa nafsu), loba (tamak), mada (kemabukan), moha (kebingungan), krodha (kemarahan), dan matsarya (iri hati).

banner 728x250

Seusai metatah, acara dilanjutkan dengan upacara Pawiwahan (pernikahan) antara Anak Agung Gede Apriyana Kusuma, A.Md.Par, dengan Putu Madu Dharma Putri Widarsana, S.I.Kom. Prosesi pernikahan tersebut dipuput langsung oleh Ida Pandita Mpu Reka Dharma Tanaya Santih dan Ida Pandita Mpu Istri Reka Dharma Tanaya Santih dari Geriya Kertha Taman Jati Baluk.

Upacara ini juga dihadiri oleh para bendesa adat, di antaranya Bendesa Adat Batuagung Ida Bagus Komang Mudiastika, serta Bendesa Adat Baluk I Komang Suartoma. Turut hadir pula Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, ST, MT.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Patriana Krisna menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya upacara adat yang penuh makna ini.

“Upacara seperti ini bukan hanya wujud pelaksanaan ajaran agama, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keluhuran tradisi dan budaya Bali. Saya berharap keluarga besar yang melaksanakan yadnya ini senantiasa diberikan kerahayuan, dan khususnya bagi pasangan yang menikah, semoga dapat membentuk rumah tangga yang sakinah lan jagadhita, berbahagia lahir dan batin sesuai dengan ajaran dharma,” ujarnya.


Menurut ajaran Hindu, pawiwahan memiliki tiga tujuan utama sebagaimana disebut dalam kitab Manawa Dharma Sastra, yakni Dharma Sampati (menjalankan kewajiban agama bersama), Praja (melanjutkan keturunan suputra), dan Rati (menjalani kebahagiaan berlandaskan dharma).

Dengan terselenggaranya upacara Manusa Yadnya dan pawiwahan ini, diharapkan lahirlah keluarga yang harmonis, sejahtera, serta menjadi teladan dalam menjaga ajaran agama dan budaya di tengah masyarakat. (!)

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250