Madiun – Program Kampung Iklim (Proklim) di Kota Madiun berhasil mencuri perhatian Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Tim verifikator pusat dari KLH turun langsung ke lapangan untuk meninjau dua RW yang diusulkan sebagai kampung Proklim, yakni di Kelurahan Manguharjo dan Manisrejo, Kamis (3/7/2025).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses klarifikasi dan verifikasi lapangan terhadap usulan Proklim dari Kota Madiun. Ketua Tim Verifikator KLH, Nurul Muslikah, menyebut bahwa beberapa kampung di kota ini telah mencapai tingkat Lestari, level tertinggi dalam penilaian program Proklim.
“Beberapa kampung sudah mencapai tingkat Lestari. Ini menunjukkan komitmen tinggi dari masyarakat dan pemerintah daerah dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” ujarnya.
Selain mengunjungi lokasi Proklim, tim KLH juga meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo. Lokasi yang dulunya hanya menjadi tempat pembuangan sampah kini disulap menjadi kawasan hijau edukatif yang produktif.
“Dulu hanya tempat buang sampah, sekarang jadi kawasan hijau produktif. Ini selaras dengan arah kebijakan kementerian. Sangat layak diapresiasi,” tambah Nurul.
Wali Kota Madiun, Maidi, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan bahwa seluruh RW di Kota Madiun ditargetkan menjadi bagian dari Program Kampung Iklim. Ia juga menegaskan bahwa TPA Winongo akan dijadikan pusat kegiatan Proklim ke depan.
“Ini bentuk keseriusan kami dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Semua RW akan didorong untuk peduli lingkungan melalui program Proklim,” tegas Maidi.
Dengan langkah konkret ini, Kota Madiun semakin menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kota hijau dan berkelanjutan. (!)







