Suasana Panas di Pekutatan Jembrana, Terkait Politik Uang Pasca Pemilu 2024

Ket foto : Oknum warga Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, dalam video mengaku bertugas membagi-bagikan uang dari Caleg Dadap.

Jembrana – Pasca pencoblosan Pemilu 2024, suhu politik di Kecamatan Pekutatan, Jembrana mulai memanas. Beredarnya rekaman video yang diduga mengungkap praktik politik uang menjadi pemicu perdebatan sengit di kalangan masyarakat.

Video tersebut menampilkan seorang warga Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, yang mengakui menerima uang sebesar Rp 2 juta dari seorang calon anggota legislatif (caleg) yang bernama Dadab. Tujuan uang tersebut adalah untuk dibagikan kepada warga agar bersedia memberikan dukungan pada caleg yang bersangkutan.

banner 728x250

Namun, Nyoman Sudiasa, yang akrab dipanggil Dadap dan Calon Anggota DPRD Jembrana dari PDI Perjuangan dapil Pekutatan, membantah keras tuduhan tersebut. Melalui sambungan telepon, Sudiasa menegaskan bahwa klaim dalam video tersebut tidak benar dan bahwa dia tidak terlibat dalam praktik politik uang.

“Saya tidak melakukan politik uang. Video itu merupakan sandiwara yang sengaja disetting oleh oknum Caleg bernama Bole. Orang dalam video bukan pendukung saya, melainkan pendukung Bole,” ujar Sudiasa saat dihubungi oleh pada Sabtu (17/2/2024) sore.

Lebih lanjut, Sudiasa menuduh bahwa rekaman video tersebut merupakan rekayasa atau sandiwara yang disusun oleh oknum caleg lain (lawan politiknya). Sudiasa menyatakan bahwa orang yang muncul dalam video bukanlah pendukungnya, melainkan pendukung salah satu caleg lain yaitu Bole.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Komang Suartika alias Bole, yang merupakan Caleg DPRD Jembrana dari Partai Demokrat dapil Pekutatan I, belum bisa memberikan konfirmasi terkait tudingan tersebut.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250