Magetan – Sebanyak 63 siswa kelas 7 MTs Negeri 7 Takeran mengikuti kegiatan Perkemahan Kamis–Jumat (Perkajum) yang berlangsung di Lapangan Sawojajar, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, pada Kamis–Jumat (28–29 Agustus 2025). Kegiatan ini menjadi agenda tahunan madrasah dalam upaya menanamkan pendidikan karakter dan kepemimpinan kepada peserta didik sejak dini.
Kegiatan yang sarat akan nilai-nilai kepramukaan ini bertujuan untuk melatih kepemimpinan, menumbuhkan kejujuran, memperkuat rasa tanggung jawab, serta membangun kekeluargaan di antara siswa. Para peserta juga didorong untuk lebih mengenal lingkungan, teman seangkatan, serta menjalin hubungan yang positif dengan para guru.
Menurut Kepala MTsN 7 Takeran, Endang Larasati , kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan profil pelajar yang berakhlak dan berdaya saing. “Kami ingin para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, peduli lingkungan, dan mampu bekerja sama dalam tim. Perkemahan ini menjadi sarana yang tepat untuk melatih semua itu,” ungkap Endang.
Selama dua hari satu malam, peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti permainan edukatif, pelatihan kepramukaan, penanaman pohon, hingga sesi kedisiplinan dan refleksi. Meski harus menginap di alam terbuka, para siswa tetap bersemangat dan menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Endang Larasati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru pendamping dan panitia yang telah menyiapkan kegiatan ini dengan maksimal. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
“Kami sangat berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dalam hal pengembangan sarana dan prasarana. Saat ini, area MTsN 7 Takeran masih terbatas. Kami memohon adanya kucuran dana untuk perluasan lahan dan peningkatan fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar,” tambahnya.
Dengan terlaksananya kegiatan Perkajum ini, pihak madrasah berharap siswa dapat menginternalisasi nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, cinta alam, dan solidaritas sosial dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar lingkungan pendidikan. (!)







