Madiun – Dalam rangka menggeliatkan perekonomian daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal, Pemerintah Kabupaten Madiun secara resmi membuka gelaran Sepasar in Madiun (Sepasma) di Lapangan Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Rabu malam (2/7/2025).
Kegiatan yang juga dikenal dengan nama Tour de Sambang Kampung Pesilat 2025 ini merupakan program inovatif yang menyinergikan sektor UMKM dan kesenian tradisional dalam sebuah rangkaian acara yang berlangsung selama lima hari ke depan.
Lebih dari puluhan stan UMKM lokal turut ambil bagian, memperkenalkan berbagai produk unggulan dari kuliner, kriya, hingga fashion khas Madiun. Tak hanya itu, ragam pertunjukan seni daerah turut memeriahkan suasana, menghadirkan hiburan sekaligus pelestarian budaya bagi warga.
Tahun ini, Sepasma akan digelar di tiga titik strategis di wilayah Kabupaten Madiun. Titik pertama sekaligus pembukaan dilaksanakan di zona Gedangsari Dolan, yang melibatkan lima kecamatan: Geger, Dagangan, Kebonsari, Dolopo, dan Jiwan.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat dan pelaku UMKM terhadap penyelenggaraan Sepasma.
“Ini adalah pertama kalinya diadakan. Saya berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara kontinyu. Kegiatan ini bukan hanya ajang promosi produk lokal, tetapi juga bentuk nyata kecintaan kita terhadap seni dan budaya daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hari juga mengungkapkan bahwa Sepasma menjadi bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-457. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi dan menyebarkan semangat positif dari kegiatan ini.
“Dengan partisipasi aktif masyarakat, saya yakin Kabupaten Madiun akan semakin dikenal luas, baik secara ekonomi maupun budayanya,” tambahnya.
Dengan konsep yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi rakyat dan pelestarian budaya, Sepasma 2025 diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu membawa manfaat berkelanjutan bagi Kabupaten Madiun. (!)







