JEMBRANA – Musibah kebakaran melanda dua wilayah di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Jumat (14/8). Tidak ada korban jiwa dalam dua insiden tersebut, namun total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 180 juta.
Kebakaran pertama menimpa rumah milik Ahmad Kurniawan (33) di Banjar Anyar, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik ini menghanguskan bangunan rumah berukuran 6×7 meter persegi beserta turns-out uang tunai Rp 15 juta dan perhiasan emas.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 09.30 WITA saat istri pemilik rumah, Ida, sedang mencuci pakaian. Tiba-tiba, anaknya yang bermain di ruang tamu berteriak hysteris.
“Saat didatangi, saksi melihat api sudah membesar dari arah stop kontak di atas lemari plastik kamar depan,” ujar Kepala Satpol PP Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Permana, Jumat (14/8).
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara swadaya. Namun, karena kobaran makin membesar, Kelian setempat menghubungi petugas Damkar I Putu Budi Astawa. Mako Damkar Jembrana langsung mengerahkan Regu 2 bersama 3 unit armada (Altora, Hino Tembak, dan Tangki Merah) ke lokasi.
Dengan jarak tempuh 8 menit, petugas menghabiskan sekitar 11.500 liter air dan memadamkan api dalam waktu 60 menit. Kerugian akibat kejadian pertama ini ditaksir mencapai Rp 150 juta.
Kebakaran Kedua Dipicu Dupa Sembahyang
Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.16 WITA, musibah serupa menimpa rumah semi permanen milik I Wayan Keramas (76), seorang pemangku di Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara.
Kejadian berawal setelah Wayan selesai sembahyang di kamar suci sekitar pukul 13.30 WITA dan pergi ke perkebunan di timur rumahnya. Sekitar pukul 14.00 WITA, anak korban, I Made Ardiantara, melihat kepulan asap membumbung dari area kamar suci saat sedang mencuci baju di sumur.
“Saat dicek ke dalam kamar suci, api rupanya sudah membesar yang diduga berasal dari nyala api dupa sembahyang,” kata Eko.
Laporan kebakaran kemudian diteruskan oleh anggota Satpol PP, Muhammad Munir, ke Mako Damkar Jembrana. Regu 2 Damkar kembali meluncur ke TKP menggunakan 3 unit armada (Altora, Hino Tembak, dan Tangki Silver).
Proses pemadaman bangunan seluas 6,5×5 meter persegi itu berlangsung cepat sekitar 30 menit dengan menghabiskan 8.000 liter air. Meski tidak ada korban jiwa, dokumen berharga seperti sertifikat rumah, alat pertukangan, hingga uang tunai Rp 1 juta ikut hangus. Total kerugian pada kejadian kedua ditaksir mencapai Rp 30 juta.
Kedua insiden kebakaran di wilayah hukum Jembrana tersebut kini telah ditangani sepenuhnya oleh petugas dan dinyatakan aman terkendali.







