Jembrana, nirmedia.co – Kerusakan senderan pantai di sekitar Pura Dangkahyangan Rambut Siwi, Kabupaten Jembrana, semakin parah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi umat Hindu, terutama menjelang pelaksanaan Pujawali pada 24-29 Desember 2024 mendatang.
“Abrasi yang terjadi sudah cukup parah. Senderan pantai sudah ambruk total, sehingga akses menuju pura menjadi sulit,” ungkap I Kadek Suentra, Penjabat Pangempon Pura Rambut Siwi.
Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat Pura Rambut Siwi merupakan salah satu pura suci yang sering dikunjungi umat Hindu dari berbagai daerah. Kerusakan senderan tidak hanya mengancam Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi, tetapi juga tiga pura lainnya di kawasan tersebut, yakni Pura Penataran, Pura Goa Dasar, dan Pura Tirtha.
“Kami sudah berupaya mengajukan permohonan perbaikan sejak lama, namun hingga kini belum ada realisasi,” ungkap Suentra.
Menanggapi hal ini, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Jembrana, I Gede Sugianta, menjelaskan bahwa kewenangan perbaikan senderan pantai berada di tangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.
“Kami telah memfasilitasi permohonan perbaikan kepada BWS dan terus mendorong agar anggaran untuk proyek ini segera turun,” ujarnya. Sugianta juga menekankan pentingnya penanganan di kawasan pesisir lainnya yang mengalami kerusakan serupa, seperti di Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru.
Dengan waktu yang semakin dekat, umat Hindu berharap agar perbaikan senderan segera dilakukan. Mereka khawatir jika kerusakan terus berlanjut, maka akan semakin sulit bagi umat untuk melaksanakan ibadah di Pura Rambut Siwi.
“Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah abrasi ini. Pura Rambut Siwi memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi, sehingga perlu dilestarikan,” ujar salah seorang umat Hindu yang ditemui di lokasi. (Sis)







