Ngawi – Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi mulai menunjukkan progres signifikan. Pemerintah menargetkan fasilitas pendidikan tersebut sudah dapat difungsikan saat tahun ajaran baru 2026 dimulai pada Juli mendatang.
Berdasarkan laporan terbaru, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Ngawi yang berada di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, telah mencapai 22 persen per 26 April 2026.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, M Turnawan, mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa operasional awal sekolah ditargetkan berjalan pada Juli 2026.
“Dari Wakil Menteri PU, bulan Juli sudah fungsional. Artinya sudah ada tanda-tanda operasional,” ujar Turnawan, Kamis (7/5/2026).
Sekolah Rakyat menjadi salah satu program pendidikan yang diprioritaskan pemerintah untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Karena itu, proses persiapan penerimaan siswa juga mulai dilakukan jauh sebelum pembangunan rampung sepenuhnya.
Saat ini, tim asesmen telah diterjunkan untuk melakukan penjangkauan calon peserta didik. Pendataan difokuskan kepada warga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam data kesejahteraan sosial.
“Sekarang sedang tahap penjangkauan sebelum rekrutmen. Nama-nama calon siswa sudah mulai diidentifikasi sesuai syarat desil 1 dan 2,” katanya.
Nantinya, Sekolah Rakyat Ngawi dirancang mampu menampung hingga 270 siswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang akan dibuka dua rombongan belajar dengan kapasitas 45 siswa per kelas.
Kehadiran sekolah tersebut diharapkan menjadi solusi pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus memperkuat program pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan di Kabupaten Ngawi. (%)







