Paus Raksasa Terdampar di Pantai Perancak, Warga Terkena Kibasan Ekor saat Evakuasi

Ket Foto: Paus Raksasa Terdampar di Pantai Perancak, Warga Terkena Kibasan Ekor saat Evakuasi

JEMBRANA – Seekor paus berukuran raksasa ditemukan terdampar di Pantai Perancak, Banjar Perancak, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Bali, pada Selasa siang. Mamalia laut tersebut ditemukan warga dalam kondisi masih hidup.

Upaya penyelamatan pun berlangsung dramatis. Puluhan warga dan nelayan setempat langsung bahu-membahu mencoba menyelamatkan paus malang tersebut agar bisa kembali ke tengah laut.

banner 728x250

Perbekel Desa Perancak, I Nyoman Wijana, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan mengenai paus terdampar sekitar pukul 11.00 WITA di sebelah selatan Kantor Desa Perancak.

“Awalnya paus tersebut ditemukan warga di sebelah timur lokasi yang sekarang. Nelayan yang baru pulang melaut bersama masyarakat sempat menggiring paus tersebut ke tengah laut, namun paus itu kembali lagi ke pinggir pantai,” kata Wijana saat dikonfirmasi.

Wijana menceritakan, warga tidak menyerah dan terus berupaya menarik serta mendorong paus tersebut ke laut lepas. Namun, proses evakuasi mandiri ini rupanya cukup berisiko. Di tengah kepanikan, beberapa warga sempat terkena kibasan ekor paus yang bergerak kuat.

“Setelah didorong kembali ke tengah, beberapa warga sempat terkena kibasan ekor paus yang bergerak sehingga mereka terpental. Paus tersebut akhirnya kembali bergeser ke lokasi yang sekarang,” ungkapnya.

Hingga saat ini, kondisi mamalia laut dengan panjang sekitar 7 hingga 8 meter itu dilaporkan masih hidup. Sekitar 30 warga masih bertahan di lokasi untuk berusaha menyelamatkan sang paus.

“Kalau bisa cepat ditolong mungkin masih bisa selamat. Saat ini warga kami sekitar 30 orang masih berusaha membantu paus tersebut,” tambah Wijana.

Kendati warga terus berusaha, posisi paus yang berada tepat di bibir pantai menjadi kendala terbesar. Apalagi, kondisi air laut saat ini sedang surut drastis sehingga menyulitkan proses evakuasi manual.

“Dengan berat sekitar 5 sampai 6 ton dan panjang 7 sampai 8 meter, sangat sulit bahkan hampir mustahil bagi warga untuk mendorong paus tersebut kembali ke laut saat kondisi air sedang surut,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apa jenis dari paus yang terdampar tersebut. Warga dan aparat desa setempat masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250