Komisi I dan II DPRD Jembrana Tindaklanjuti Usaha Pariwisata Tidak Berizin Di Yehsumbul

Keterangan Foto : Komisi I dan II DPRD Jembrana Tindaklanjuti Usaha Pariwisata Tidak Berizin Di Yehsumbul
banner 120x600

Jembrana – DPRD Kabupaten Jembrana melalui Komisi I dan Komisi II menggelar kunjungan kerja ke Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Selasa, 11 Maret 2025. Kunjungan ini menindaklanjuti maraknya pembangunan usaha pariwisata yang belum mengantongi izin resmi, termasuk kolam renang yang berdiri di atas tanah negara.

Ketua Komisi I DPRD Jembrana Haji Sajidin dan Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika memimpin langsung kunjungan tersebut, didampingi Satpol PP Jembrana, Dinas Perizinan, serta perwakilan Kecamatan Mendoyo.

banner 728x250

Awalnya, para anggota dewan berencana melakukan inspeksi ke lokasi usaha, tetapi demi menjaga kenyamanan wisatawan, mereka memilih menggelar pertemuan di aula Kantor Desa Yehsumbul. Dalam pertemuan tersebut, Perbekel Yehsumbul I Putu Gede Diantariksa mengakui adanya beberapa usaha yang belum memiliki izin lengkap, termasuk kolam renang yang berdiri di sempadan pantai tanpa izin resmi.

“Kami sudah melakukan musyawarah desa dan mencabut rekomendasi terhadap pembangunan kolam renang tersebut,” ujar I Ketut Suastika. Ia juga menambahkan bahwa beberapa restoran, vila, dan hotel di pesisir Yehsumbul masih beroperasi tanpa izin lengkap.

DPRD Jembrana akan memanggil para pemilik usaha untuk diberikan pembinaan serta memastikan mereka mengurus izin sesuai regulasi yang berlaku. “Kami ingin usaha-usaha ini tetap berjalan, tetapi harus sesuai aturan agar memberikan kontribusi bagi daerah,” tegas Suastika.

Sementara itu, Haji Sajidin menegaskan pentingnya peran Satpol PP dalam menegakkan peraturan daerah. “Komisi I bertanggung jawab memastikan perda ditegakkan, sedangkan persoalan perizinan berada di ranah Komisi II,” jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Perbekel Yehsumbul berkomitmen untuk memanggil pemilik usaha sebelum Hari Raya Idulfitri dan Nyepi. “Kami ingin menyelesaikan ini secepatnya agar tidak menjadi polemik berkepanjangan,” tutupnya. (!)

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250