SULTENG, nirmedia.co – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andap Budhi Revianto, menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) Ke 116 tahun 2024, di pelataran Kantor Gubernur Sultra. Senin (20/5/2024).
Upacara yang dimulai pukul 7.30 WITA ini berlangsung khidmat, dimana upacara kali ini dipimpin oleh Kepala Bidang Persandian, Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sultra Richard Mpua.
Peserta upacara dihadiri oleh Unsur Forkopimda Prov Sultra, Sekretaris Daerah Prov. Sultra Asrun Lio, para Kepala Perangkat Daerah (PD) lingkup Pemprov Sultra, pimpinan lembaga vertikal baik sipil maupun TNI/PolriUtomo serta ASN lingkup Pemprov Sultra.
Adapun tema pada peringatan HARKITNAS tahun ini adalah “Bangkit Untuk Indonesia Emas”. Diketahui tema ini diusung agar Harkitnas 2024 dapat membawa nilai-nilai semangat dan kekuatan untuk bangkit menuju Indonesia Emas.
Mengawali sambutannya, Pj. Gubernur Sultra mengucapkan terimakasih kepada unsur Forkopimda dan seluruh stakeholder terkait serta seluruh masyarakat Sultra dalam Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden RI di Sultra.
“Pertama-tama saya ucapkan terimakasih atas kontribusi kepada peran serta rekan-rekan TNI Polri, instansi terkait, stakeholders dan seluruh lapisan masyarakat Sultra, pada saat kunjungan Bapak Presiden di Sulawesi Tenggara. Allhamdulilah segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik dan kondusif. Ini semua berkat peran serta dan kordinasi dan kerjasama dari seluruh pihak, ” Ucap Pj. Sultra.
Terkait Kunker Presiden RI di Sultra, Pj.Gubernur menyampaikan bahwa Presiden RI Joko Widodo di Sultra telah meresmikan 22 (dua puluh dua) ruas jalan Inpres Kabupaten yang tersebar di 15 Kabupaten peresmiannya dipusatkan di Kabupaten Muna Barat.
Lanjut dikatakan, pada kunker Presiden RI di Sultra, Pj. Gubernur meminta dukungan kepada Presiden RI untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan Inpres yang masih tersisa di dua Kabupaten di Sultra.
“Pada kesempatan itu, saya memohon kepada bapak Presiden untuk berkenan membantu dua Kabupaten yang belum, termaksud juga peningkatan beberapa jalan yang buntu. Saya memohon dukungan pemerintah pusat mengingat keterbatasan anggaran di Pemda Provinsi Sulawesi Tenggara,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pj. Gubernur juga menyampaikan kepada bapak Presiden RI terkait perencanaan pembangunan jembatan penghubung antara dua Pulau di Sultra yakni Pulau Muna dan pulau Buton.
” saya juga menyampaikan kepada bapak Presiden RI terkait infrastruktur pembangunan antara Pulau Muna dan Pulau Buton yang sudah diinisiasi 25 tahun yang lalu. Jadi pertemuan itu sangat berharga. Sayapun memohon kepada bapak Presiden berkenan untuk membangun bentangan 760 meter. Kemarin sudah berhasil dimasukan dalam rencana pembangunan jangka menengah yang lalu, tetapi hanya sebatan review resign. Saya berharap kepada beliau untuk dimasukan kedalam RPJM tahun 2025-2029,” Lanjutnya.
Selain itu, Pj. Gebernur Sultra meminta kepada Bapak Presiden RI untuk membangun Rice Milling Unit (RMU) untuk beberapa sentral produksi beras di empat daerah Kabupaten di Sultra yakni Konawe, Kolaka, Kolaka Timur dan Bombana.
Kemudian pada Kesempatan ini, Pj.Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto menyampaikan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Budi Arie Setiadi menyatakan Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap 20 Mei yang ditandai dengan lahirnya organisasi Budi Utomo. Selain itu inspirasi lainnya adalah tokoh Raden Ajeng Kartini yang mempelopori kesetaraan pendidikan di bumiputra.
Menurut Menkominfo tokoh-tokoh muda tersebut mampu mengangkat harkat martabat bangsa sehingga memicu lahirnya kemerdekaan Indonesia, dimungkinkan karena mereka tercerahkan melalui pendidikan.
“Pendidikan adalah wahana untuk membebaskan manusia sekaligus membebaskan bangsa dari penjajahan,” ujar Dani Ramdan saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Budi Arie Setiadi.
Bung Karno, jelas Andap, telah menyampaikan kemerdekaan menjadi jembatan Emas bagi bangsa Indonesia yang akan membawa rakyatnya bertambah sejahtera, lahir dan batin maupun sebaliknya.
Karena itu sebagai generasi penerus yang melanjutkan kebangkitan nasional kedua, ada tantangan yang akan dihadapi. Salah satunya adalah kemajuan teknologi yang dialami hari ini. Oleh karena itu, penting sekali bagi bangsa Indonesia menguasai teknologi digital untuk membawa ke dalam Indonesia Emas.
“Adagium di zaman ini menyebutkan, dia yang menguasai teknologi, dia yang menguasai peradaban,” ucapnya.
Ada peluang yang menjadikan Indonesia akan mampu menjadi penguasa di level global, yaitu bonus Demografi. Fenomena ini memperlihatkan, sekitar 60 persen rakyat Indonesia ada pada usia produktif.
“Sebagaimana diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo peluang kita menjadi negara maju ada dalam 10 hingga 15 tahun kedepan, sedang memaksimalkan bonus Demografi,” tuturnya.
Karena itu kesempatan ini sebagaimana dalam sejarah bangsa-bangsa maju di dunia, hanya datang sekali. Menkominfo menekankan agar bonus demografi ini mampu dikelola dengan mengambil kebijakan yang terbaik.
“Bonus Demografi harus dikelola dengan bijaksana. Salah satu yang menjadi peluangnya adalah adopsi teknologi digital,” pungkasnya. (Arif).







