Dampak Blokade Pelabuhan Ketapang, Kendaraan Mengular 6 Km di Gilimanuk

Ket Foto: Antrean Kendaraan di pelabuhan Gilimanuk,(dok nir).

JEMBRANA – Aksi blokade oleh sejumlah pengemudi truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu (26/9) siang memicu penumpukan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Hingga malam hari sekitar pukul 21.20 WITA, antrean kendaraan mengular hingga sekitar 6 kilometer dari arah Pelabuhan Gilimanuk.

Berdasarkan pantauan, ekor antrean kendaraan meluber hingga ke wilayah Hutan Cekik dengan jarak sekitar 6,6 kilometer dari gerbang Pelabuhan Gilimanuk. Tak sedikit pengemudi yang memilih mengelar tikar di bahu jalan lantaran tidak adanya pergerakan kendaraan sejak sore hari.

banner 728x250

“Antrean terjadi tadi siang, dan sekitar pukul 15.00 WITA sudah tidak ada pergerakan sekali. Saya sudah tertahan dari sore tadi belum juga masuk kapal. Infonya ada blokade sopir di Ketapang,” ujar salah seorang sopir truk, Sutrisno (48), Sabtu (26/9).

Penjelasan Manajemen ASDP

Dikonfirmasi terpisah, Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Bintang Felfian, membenarkan adanya aksi penyampaian aspirasi oleh sejumlah pengemudi truk di area pintu keluar Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 14.15 WIB.

Bintang menjelaskan, aksi tersebut dipicu oleh penyesuaian muatan kapal yang diberlakukan oleh Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi. Penyesuaian muatan—termasuk untuk kendaraan Truk Besar dan Truk Sedang pada kapal LCT—dilakukan demi keselamatan pelayaran menyusul adanya peringatan cuaca dari BMKG.

Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Banyuwangi–Pelabuhan Ketapang pada Sabtu pukul 14.00 WIB, terdapat peringatan dini Waspada (PD1) terkait potensi angin kencang berkecepatan 10–15 knot dari arah Utara serta arus laut kuat melebihi 1,2 m/s.

“Saat ini, ASDP bersama KSOP tengah melakukan proses mediasi dan komunikasi dengan perwakilan pengemudi truk guna menyampaikan kondisi operasional serta mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan pengguna jasa dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” jelas Bintang.

Lebih lanjut, Bintang menyampaikan bahwa kondisi operasional Pelabuhan Ketapang terpantau padat dan didominasi armada truk. Untuk mengurai kepadatan, area Bulusan diaktifkan sebagai buffer area guna mendukung kelancaran lalu lintas kendaraan.

ASDP juga menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pihak KSOP, BMKG, dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan kelancaran serta keselamatan layanan penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250