Ngawi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi menerima penghargaan dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) atas kontribusinya dalam upaya penanggulangan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM). Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan aksi nyata pemerintah daerah dalam menanggulangi penyakit menular di tengah masyarakat, Rabu (11/6/2025).
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi jajaran Dinas Kesehatan untuk terus mengupayakan eliminasi penyakit ATM—termasuk HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria—dengan harapan jumlah kasus bisa mencapai nol,” ujar Bupati Ony.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pemkab Ngawi dalam menyelenggarakan layanan skrining kesehatan tingkat desa dengan cakupan lebih dari 70 persen. Layanan ini menjadi bagian dari penguatan pelayanan kesehatan primer di tingkat masyarakat bawah. Selain sebagai sarana monitoring kesehatan masyarakat, kegiatan ini juga mendukung pelacakan (tracking) kasus penyakit menular.
“Skrining itu penting. Saat ini kita sudah mulai mengintegrasikan pelayanan primer di desa, termasuk skrining HIV/AIDS. Semakin banyak kasus yang terdeteksi, semakin cepat pula penanganannya,” tambah Bupati.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi, dr. Yudono, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 37 pengidap HIV di Ngawi. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 116 kasus.
“Kita punya ILP (Instrumen Layanan Primer), kita perkuat skrining, dan setiap kasus yang ditemukan langsung kita tindaklanjuti hingga tuntas,” pungkas dr. Yudono. (!)







