MADIUN — Bupati Madiun Hari Wuryanto berkomitmen meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor perindustrian dan optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Upaya tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD 2027, Senin (19/10/2026).
Dalam rapat tersebut, fraksi-fraksi menyoroti ketergantungan keuangan daerah pada dana transfer pemerintah pusat dan provinsi yang mencapai sekitar 74,82 persen. Sementara itu, kontribusi PAD baru sekitar 24 persen.
“Harapan kami PAD selalu kita tingkatkan, meskipun kemarin ada pengurangan dana transfer yang menjadi salah satu penyebab beberapa kegiatan harus dipangkas,” ujar Hari Wuryanto.
Terkait optimalisasi BUMD, Bupati menjelaskan penanganan persoalan Madiun Umbul Square yang terdampak pandemi, ketika biaya perawatan dan pakan satwa tetap berjalan meski pemasukan dari pengunjung menurun.
“Insyaallah pada tahun ini akan bisa kita selesaikan, ke depan tinggal akan mendapatkan pendapatan,” katanya. Hari juga menyampaikan progres penyaluran mobil siaga desa yang mendapat respons positif dari masyarakat. Pemkab Madiun menargetkan pengadaan hingga total 99 unit dapat dituntaskan pada akhir tahun ini.
Sementara itu, berbagai catatan fraksi, termasuk efisiensi belanja, kesejahteraan guru, dan mitigasi bencana, akan ditanggapi pihak eksekutif dalam rapat paripurna berikutnya. (%)







