Antrean BBM Masih Mengular, KNPI Bali Sentil Pertamina soal Janji Pemulihan

Ket Foto: Antrean kendaraan di salah satu SPBU di Bali,(istimewa)

DENPASAR – Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU di seluruh wilayah Bali akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax. Hingga saat ini (15/10), persoalan distribusi BBM tersebut tak kunjung usai dan memicu keprihatinan publik.

Ketua DPD KNPI Provinsi Bali, Anak Agung Gde Utama Indra Prayoga, menyampaikan bahwa hingga hari ini pasokan BBM masih belum merata di berbagai daerah di Pulau Dewata. Ia memperkirakan kondisi pasokan BBM belum bisa benar-benar pulih sampai beberapa hari ke depan.

banner 728x250

“Pasokan BBM sampai sekarang masih belum merata di seluruh wilayah Bali. Kami perkirakan, Pertamina perlu waktu panjang untuk menormalisasi di semua SPBU,” ujar Indra Prayoga.

Soroti Janji Pertamina dan Pertanyakan Solusi Cepat

Situasi yang tak kunjung membaik ini membuat KNPI Bali menyoroti tenggat waktu yang pernah dijanjikan pihak Pertamina. Sebelumnya, saat bertemu dengan Gubernur Bali, Pertamina sempat menyatakan bahwa masalah antrean dan kelangkaan BBM dipastikan rampung dan tidak akan terjadi lagi per hari Selasa (13/10).

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Antrean kendaraan di SPBU justru terus terjadi hingga hari ini, membuat warga mengeluh karena harus menyita waktu dan aktivitas harian mereka.

Selain masalah teknis keterlambatan kapal tanker yang sempat disinggung Pertamina, berkembang pula kabar di tengah masyarakat terkait adanya pengalihan atau pergeseran sebagian stok BBM dari Bali menuju Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah tersebut disinyalir dilakukan demi mendukung pasokan energi untuk ajang balap internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika.

“Pihak Pertamina harus bersikap jujur dan terbuka mengenai alasan sebenarnya. Jangan sampai penanganan energi di Bali terkesan dikorbankan demi agenda lain tanpa mitigasi yang matang,” tegasnya.

Efek Percobaan Kebijakan Baru?

Di sisi lain, kelangkaan yang meluas di Bali ini menimbulkan spekulasi dan pertanyan publik terkait apakah situasi ini merupakan efek ‘percobaan’ dari pengetatan kuota. Pasalnya, Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Keuangan yang baru tengah gencar menggaungkan efisiensi serta pemangkasan subsidi BBM dan gas LPG yang menyentuh angka 11 Triliun.

Langkah pemangkasan subsidi tersebut diambil pemerintah sebagai bagian dari pengalihan anggaran belanja negara demi menyokong program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dikisaran angka 4.106 Triliun.

“Jangan sampai, kebijakan yang tidak langsung menyentuh masyarakat luas malah perlahan dilakukan hanya untuk program yang sudah memakan korban dibeberapa tempat” imbuhnya.

Di tengah berbagai spekulasi dan alasan teknis tersebut, KNPI Bali meminta janji pemulihan pasokan BBM oleh Pertamina tidak kembali meleset dan cepat teratasi, sehingga antrean di SPBU cepat usai.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250