Humas DPKN, Jakarta, Jumat (6/11/2026) – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tahun 2026, Dewan Pengurus KORPRI Nasional (DPKN) bersinergi dengan KORPRI Provinsi DKI Jakarta dan KORPRI kementerian/lembaga menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk KORPRI Berbagi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan pengabdian ASN kepada masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial.
Kegiatan yang berlangsung di SLB Ulaka Penca dan Pesantren Tahfiz Difabel K.H Lutfi Fathullah BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (6/11), diisi dengan penyaluran berbagai bantuan sosial, dukungan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta kegiatan kebersamaan bersama para santri dan siswa penyandang disabilitas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno, Koordinator Bakti Sosial HUT ke-55 KORPRI dr. Hariyadi Wibowo, S.H., MARS yang mewakili Ketua Umum DPKN, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, S.Sos., M.A.P., Sekretaris Jenderal Cahaya Ladara Nusantara Lin Afriansyah Noor, S.E., Wakil Koordinator Bakti Sosial Dr. Premi Lasari, AP., M.Si., serta perwakilan KORPRI dari Kementerian Sosial, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, BKN, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dalam sambutannya yang mewakili Ketua Umum KORPRI Nasional, Koordinator Bakti Sosial dr. Hariyadi Wibowo, S.H., MARS menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-55 KORPRI dengan tema “Bergerak, Berkarya, Mewujudkan ASN Berdampak” harus menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian dan kepedulian sosial ASN.
Menurutnya, pengabdian ASN tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik, tetapi juga melalui aksi nyata kepedulian terhadap sesama.
“Melalui kegiatan KORPRI Berbagi, kita ingin menegaskan bahwa KORPRI harus hadir di tengah masyarakat, memperkuat solidaritas, menghormati hak dan martabat setiap manusia, serta memberikan dukungan agar semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” demikian pesan yang disampaikan.
Hariyadi juga menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi, berkarya, dan menginspirasi. Penampilan para santri penyandang disabilitas tuna rungu dan siswa SLB dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa setiap individu memiliki potensi dan keistimewaan yang patut mendapatkan apresiasi serta dukungan.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kementerian/lembaga, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta, Bank Jakarta, TASPEN, Forum CSR DKI Jakarta, BPJS Ketenagakerjaan, serta seluruh mitra yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan tersebut.
Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif dan kolaborasi KORPRI Nasional, KORPRI Provinsi DKI Jakarta, kementerian/lembaga, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan bakti sosial tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan wujud kepedulian, gotong royong, dan solidaritas sosial dalam membangun masyarakat Jakarta yang lebih inklusif.
“Setiap warga berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk dengan memperluas akses dan kesempatan bagi penyandang disabilitas di bidang pendidikan, seni, pekerjaan, transportasi, dan pelayanan publik.
Secara khusus, Rano Karno mengapresiasi keberadaan Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Difabel A. Lutfi Fathullah dan SLB Ulaka Penca yang telah memberikan ruang bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan, kemandirian, keimanan, dan rasa percaya diri.
Kepada para siswa dan santri, ia berpesan agar tidak pernah berhenti bermimpi dan terus belajar dengan sungguh-sungguh. Ia juga mendorong mereka untuk memanfaatkan berbagai program pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seperti KJP Plus, KJMU, serta rencana pengembangan LPDP Jakarta.
Rano berharap semangat kepedulian sosial yang ditunjukkan KORPRI dapat terus menjadi bagian dari budaya pengabdian ASN, sehingga kehadiran KORPRI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno bersama Koordinator Bakti Sosial dr. Hariyadi Wibowo kepada para penerima manfaat.
Berbagai bantuan yang disalurkan merupakan hasil kolaborasi KORPRI kementerian/lembaga, BUMD, dan mitra CSR, dengan rincian sebagai berikut:
1. KORPRI Kementerian Sosial: 3 unit kursi roda, perlengkapan sekolah, serta bantuan nutrisi senilai Rp200.000 per anak bagi 80 siswa SLB Ulaka Penca dan santri Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Difabel.
2. KORPRI Kementerian Agama: 50 buah Al-Qur’an Isyarat untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan keagamaan bagi penyandang disabilitas tuna rungu.
3. KORPRI Kementerian Kesehatan: pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para penerima manfaat.
4. Forum CSR: bantuan alat permainan edukatif, peralatan keterampilan, AC, proyektor, dan printer untuk mendukung sarana pendidikan.
5. Bank Jakarta: santunan dana pendidikan bagi 120 siswa SLB Ulaka Penca dan santri Pesantren Tahfidz.
6. BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta: bantuan untuk mendukung kebutuhan Masjid Jami’atul Qirom.
7. TASPEN: bantuan perlengkapan sekolah berupa tas bagi para siswa.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan penerima manfaat, meningkatkan kualitas sarana pendidikan, mendukung pelayanan kesehatan, serta memberikan motivasi kepada para siswa dan santri untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
Suasana kegiatan semakin meriah dan penuh kehangatan dengan penampilan seni dari para santri dan siswa penyandang disabilitas.
Para santri tuna rungu wicara Pesantren Tahfidz menampilkan permainan angklung, sementara siswa-siswi SLB Ulaka Penca mempersembahkan tarian yang mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan.
Penampilan tersebut menjadi salah satu momen istimewa yang memperlihatkan semangat, kreativitas, dan kemampuan luar biasa anak-anak penyandang disabilitas. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya, berprestasi, dan memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, Dewan Pengurus Nasional menegaskan komitmennya untuk menjadikan KORPRI tidak hanya sebagai organisasi profesi ASN, tetapi juga sebagai wadah pengabdian yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.
Kolaborasi antara KORPRI Nasional, KORPRI kementerian/lembaga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BUMD, dan mitra CSR menjadi bukti bahwa semangat gotong royong mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Peringatan HUT ke-55 KORPRI diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.







