Lomba Burung Merpati Terbang Tinggi Di Jembrana Diikuti Ratusan Peserta

Keterangan Foto : Lomba Burung Merpati Terbang Tinggi Di Jembrana Diikuti Ratusan Peserta

Jembrana – Lomba Burung Merpati Terbang Tinggi digelar di Sirkuit Motor Cross Tegal Buyut, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Minggu, (27/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari kalangan pecinta burung merpati.

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Jembrana, Luh Putu Diah Puspayanthi, SH, MM, Camat Negara I Gede Wiriyana Prabawa, S.STP, MM, Perbekel Desa Baluk I Dewa Ketut Artha, Ketua Yayasan Jana Kerthi Bali Drs. I Komang Wiasa, M.Si, sejumlah tokoh masyarakat, serta warga dan komunitas pecinta burung merpati.

banner 728x250

Lomba yang difasilitasi Yayasan Jana Kerthi Bali tersebut mempertandingkan dua kategori, yakni Merpati Bulu Polos dan Merpati Bulu Campuran. Para peserta memperebutkan juara pertama, kedua dan ketiga pada masing-masing kategori.

Ketua Yayasan Jana Kerthi Bali, Drs. I Komang Wiasa, M.Si, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antarpecinta burung merpati.

“Banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari kegiatan ini, seperti kebersamaan, sportivitas dan juga kesehatan. Lomba burung merpati terbang tinggi ini menjadi salah satu hiburan positif yang dapat memberikan kebahagiaan bagi para peserta maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga menjadi ruang berkumpul yang positif bagi masyarakat, khususnya para pecinta burung merpati. Selain itu, keberadaan kegiatan seperti ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan sosial dan menjaga semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Menariknya, pelaksanaan lomba juga dirangkaikan dengan kegiatan penghijauan melalui penanaman sejumlah jenis pohon buah-buahan yang kini mulai sulit ditemukan. Beberapa jenis yang ditanam di antaranya katulampo, gatep, badung, mudeh, asem manis dan majagahu.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membawa manfaat bagi lingkungan. Karena itu, kami sengaja menyinergikan lomba dengan kegiatan penghijauan agar ada manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambah Wiasa.

Sementara itu, Sekretaris Persatuan Merpati Jembrana, I Ketut Suasana, menjelaskan bahwa dalam perlombaan tersebut terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh burung peserta.

Salah satunya menyangkut lintasan terbang burung merpati yang harus tetap masuk dalam batas skala pengukur yang disebut acal-acal. Selain itu, waktu terbang burung juga menjadi bagian dari penilaian dan diukur menggunakan timer tradisional.

“Untuk pengukuran waktu, kami masih menggunakan cara tradisional, yaitu tempurung berlubang yang diletakkan di dalam ember berisi air. Alat ini disebut cēhēng dan digunakan untuk mengukur waktu terbang burung,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin dikenal masyarakat. Selain menjadi sarana hiburan, lomba ini diharapkan mampu menjaga keberadaan komunitas pecinta merpati sekaligus memperkuat persaudaraan antarpecinta burung di Jembrana.

“Kami beharap, kegiatan ini bisa terus berkembang, pesertanya semakin banyak, namun tetap mengedepankan sportivitas, kebersamaan dan menjaga lingkungan,” pungkasnya. (!)

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250