Dugaan Sunat Hibah Pemprov Bali di Jembrana, Penerima Diduga Dipalak Belasan Juta

Ket Foto: Pengerjaan bangunan merajan salah satu penerima hibah di Desa Yehembang Kauh,(Ist).

JEMBRANA – Dugaan penyelewengan dana bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kembali mencuat di Kabupaten Jembrana. Kali ini, aroma tak sedap menguat dari pencairan hibah Tahun Anggaran 2026 yang menyasar lima kelompok penerima di Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, lima kelompok penerima bantuan tersebut tersebar di beberapa banjar di Desa Yehembang Kauh. Mayoritas merupakan kelompok Merajan Dadia, meski beberapa sumber menyebutkan ada penerima yang berstatus Merajan pribadi.

banner 728x250

Masing-masing kelompok mengantongi bantuan sebesar Rp 50 juta yang diperuntukkan bagi rehab piasan hingga perlengkapan sarana Merajan Dadia. Namun, bantuan yang difasilitasi oleh warga setempat berinisial Wayan PDT alias Wayan KPL tersebut diduga disunat hingga Rp 13 juta per kelompok.

Dugaan pemotongan tersebut salah satunya dialami kelompok Merajan Dadia Dalem Suci Penyawangan. Begitu dana hibah senilai Rp 50 juta dicairkan oleh ketua dan bendahara kelompok, seluruh uang tersebut ditenggarai diminta kembali oleh Wayan KPL.

“Begitu bantuan cair, dia (Wayan KPL) menelpon ketua kelompok dadia agar uangnya diserahkan kepada dirinya. Ini merupakan pengakuan dari bendahara dadia,” ungkap seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Oleh Wayan KPL, dana hibah tersebut dibelikan sarana berupa satu set terob ukuran 4×6 meter, satu unit terob ukuran 3×4 meter, serta 50 unit kursi plastik. Namun, berdasarkan perhitungan sumber tersebut, nilai barang yang dibeli diperkirakan tak lebih dari Rp 26 juta.

“Bantuan untuk kelompok yang lain juga dipotong. Bahkan ada penerima bantuan di Sekar kejula sampai saat ini belum ada kegiatan apa-apa,” tambah sumber tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Wayan KPL membantah keras tuduhan pemotongan dana hibah tersebut. Ia menegaskan seluruh bantuan telah diserahkan secara utuh kepada para penerima.

“Tidak benar informasi itu. Itu sangat keliru, silakan dicek ke masing-masing penerima, apa ada saya motong. Ini kayaknya ada orang yang mau menjatuhkan saya,” ujar Wayan KPL.

Ia juga meluruskan rincian barang yang diserahkan kepada kelompok Merajan Dadia Dalem Suci Penyawangan. Menurutnya, jumlah sarana yang dibeli sudah sesuai dengan alokasi bantuan, yaitu terob ukuran 4×6 meter sebanyak 2 unit, terob ukuran 3×4 meter sebanyak 2 unit, serta 100 unit kursi plastik.

Mengenai kegiatan di Sekar kejula, Wayan KPL memastikan pengerjaan sudah mulai berjalan.

“Penerima bantuan yang di Sekar kejula juga sudah mulai melakukan kegiatan. Saya ada foto kegiatannya dan tim dari PU provinsi juga sudah turun mengecek,” pungkasnya.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250