Groundbreaking Megaproyek PPN Pengambengan senilai Rp 1,2 T Dijadwalkan 10 September

Ket Foto: Groundbreaking Megaproyek PPN Pengambengan senilai Rp 1,2 T Dijadwalkan 10 September

JEMBRANA – Mega proyek pembangunan Pelabuhan Perikanan di Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, segera memasuki tahap pelaksanaan. Penandatanganan tender proyek tersebut resmi rampung pada Jumat (7/8/2026), dengan agenda peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dijadwalkan pada 10 September 2026 mendatang.

Kepala Sub Bagian Umum Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Lukman Hadi, mengungkapkan bahwa proyek senilai lebih dari Rp 1,2 triliun ini akan digarap oleh konsorsium CRBC Joint Operation (JO) Nindya Karya.

banner 728x250

Proyek bertaraf internasional ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan Pengambengan dan Kabupaten Jembrana secara lebih luas.

“Nanti akan dihadiri oleh Menteri langsung saat peletakan batu pertama (groundbreaking), dan pada saat peresmian akan dihadiri Presiden,” kata Lukman saat dikonfirmasi, Rabu (12/8).

Lukman menjelaskan, kawasan pelabuhan yang dikembangkan mencakup total luas sekitar 49 hektare. Luasan tersebut terdiri dari 13 hektare area eksisting dan 36 hektare kawasan hasil reklamasi.

Persiapan pembangunan fisik pun sudah ditancapkan mulai bulan ini. Sejumlah tahapan teknis dipersiapkan untuk memastikan aktivitas nelayan tradisional tidak terganggu selama masa konstruksi.

“Untuk nelayan tradisional juga sudah dilakukan simulasi supaya nelayan tetap bisa melaut dan pelaksanaan pembangunan bisa terus berjalan,” ujarnya.

Dikutip dari siaran pers resmi, Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menegaskan pembangunan dan pengembangan PPN Pengambengan merupakan bagian dari transformasi tata kelola perikanan tangkap nasional.

Latif memproyeksikan pelabuhan ini bakal menggenjot kapasitas produksi ikan, daya tampung kapal, penyerapan tenaga kerja, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Ini adalah investasi strategis untuk memperkuat fondasi industri perikanan nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekspor produk perikanan Indonesia, utamanya dalam implementasi penangkapan ikan terukur,” tutur Latif.

Ia juga menjamin transformasi perikanan ini tak hanya menguntungkan korporasi besar, tetapi juga memberi ruang bagi UMKM, koperasi, dan masyarakat lokal.

“Transformasi ini bukan hanya milik pelaku usaha besar. Kami pastikan UMKM, koperasi, dan masyarakat lokal tumbuh bersama dan terlibat aktif dalam pengelolaan pelabuhan,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut PPN Pengambengan disiapkan menjadi sentra perikanan utama pada Zona 4 Penangkapan Ikan Terukur.

Sesuai konsep pemerintah, setiap zona penangkapan ikan terukur akan disokong minimal satu pelabuhan perikanan berfasilitas lengkap yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Pelabuhan ini tak sekadar tempat bersandar kapal, tetapi mencakup proses loading-unloading hingga industri pengolahan di area belakang pelabuhan.

Melalui integrasi tersebut, PPN Pengambengan diproyeksikan memperkuat posisi Jembrana sebagai simpul perikanan vital di Bali, sekaligus membuka keran investasi, lapangan kerja baru, dan pertumbuhan ekonomi bagi warga lokal.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250