Ngawi – Dalam upaya memperkuat kapasitas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial Kabupaten Ngawi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Sumber Daya Manusia (SDM) PKH dengan fokus pada pencegahan Tuberkulosis (TBC) dan Stunting. Kegiatan berlangsung pada Kamis (16/10/2025) di Nata Azana Hotel Ngawi, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Ngawi Ekuina Setya Rini, S.Sos.
Dalam sambutannya, Ekuina Setya Rini, S.Sos menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas SDM PKH agar pendamping mampu memberikan edukasi yang tepat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), terutama dalam bidang kesehatan dan gizi.
“Pendamping PKH tidak hanya berperan dalam penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam membangun kesadaran keluarga akan pentingnya kesehatan dan pola asuh yang baik. Pencegahan TBC dan stunting merupakan bagian dari upaya kita bersama mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera dan sehat,” ujar Ririn.
Selain dari Dinas Sosial, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, yang memberikan materi tentang strategi pencegahan stunting dan TBC di tingkat keluarga.
Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Ngawi, drg. Retno Dewi Sulistiorini,MM menyampaikan bahwa kolaborasi antara sektor sosial dan kesehatan menjadi kunci dalam penanganan masalah gizi dan penyakit menular di masyarakat.
“Pendamping PKH adalah mitra strategis kami di lapangan. Mereka memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan, mengenali tanda-tanda awal TBC maupun stunting, serta mendorong keluarga untuk mengakses layanan kesehatan secara rutin,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, peningkatan literasi kesehatan bagi pendamping PKH diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting dan TBC di Kabupaten Ngawi.
Selain Dinas Kesehatan, narasumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) juga turut memberikan materi tentang Identitas Kependudukan Digital (IKD), sebagai bagian dari inovasi layanan administrasi bagi KPM PKH.
Kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta, terdiri atas ASN, SDM PKH, dan tenaga non-ASN. Seluruh peserta dibekali ilmu dan strategi baru agar lebih efektif dalam melakukan pendampingan di lapangan. Sebagai tindak lanjut, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Yogyakarta pada 18 Oktober 2025, sebagai bagian dari penguatan kompetensi berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya bimtek ini, Dinas Sosial bersama Dinas Kesehatan Ngawi berharap sinergi lintas sektor semakin kuat, sehingga SDM PKH dapat berperan aktif dalam menekan angka stunting dan TBC, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bumi Orek-Orek. (!)







