Jembrana – Tugu perbatasan Kabupaten Jembrana, Bali, yang terletak di Banjar Yeh Leh, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan kondisinya memprihatinkan. Tugu tersebut tampak kusam, berlumut serta ditumbuhi tanaman liar, dan ada pohon mati di sekitarnya.
Made Budi, salah seorang pengguna jalan yang kebetulan beristirahat di area perbatasan tersebut, mengaku prihatin melihat kondisi tugu tersebut.
“Jujur, setelah saya melihat langsung ke kawasan tugu batas memasuki kabupaten Jembrana ini (cukup) prihatin karena benar-benar merana dan dibiarkan tanpa disentuh dinas instansi terkait,” kata Budi, Kamis (11/1/2023).
Menurut Budi, pemeliharaan tugu perbatasan tersebut perlu dilakukan. Sebab, apabila melihat langsung di lapangan kondisi tugu tersebut cukup memprihatinkan.
“Selain cat sudah kusam dan berlumut, ditambah ada pohon mati Bahkan huruf-huruf tugu (perbatasan) tersebut juga banyak yang rusak serta hilang,” ujarnya.
Budi berharap Pemkab Jembrana melalui dinas terkait segera turun tangan menata tugu tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Dewa Ary Candra Wisnawa mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.
“Kami akan segera menindaklanjuti hal ini dan berkordinasi dengan instansi terkait untuk segera bisa melakukan penanganan,” ujar Wisnawa, Jumat (12/1/2023).
Wisnawa mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pengecekan apakah tugu perbatasan tersebut merupakan aset Dinas Lingkungan Hidup Jembrana.
“Kalau untuk taman memang kita Dinas Lingkungan Hidup yang punya wewenang namun untuk tugu tersebut kita cek dulu apakah aset tersebut ada di kita,” ungkap Wisnawa.
Jika tugu tersebut merupakan aset Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, maka pihaknya akan segera melakukan pemeliharaan.







