JAKARTA – 5 Oktober 2026 Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) genap berusia 9 tahun. Organisasi penghobi bonsai terbesar di tanah air yang didirikan pada 5 Oktober 2017 ini merayakan hari jadinya periode 5 Oktober 2017 – 5 Oktober 2026 dengan tema Sembilan Tahun Menumbuhkan Kebersamaan.
Presiden Rumah Bonsai Indonesia, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan komitmen RUBI untuk terus merawat kebersamaan dan memajukan seni bonsai Indonesia.
Pernyataan Presiden RUBI:
“Sembilan tahun bersama, merawat semangat, menumbuhkan persaudaraan, dan memajukan seni bonsai Indonesia. Terus Berkarya Tanpa Batas. Berkreasi Tanpa Henti. Berhobi Harus Happy! Ayo RUBI kan Indonesia!!!” ujar Prof. Zudan Arif Fakrulloh.
Latar Belakang:
RUBI lahir dari kecintaan dan kegelisahan para pegiat bonsai di seluruh Indonesia akan perlunya sebuah rumah bersama. Dengan semboyan Berkarya tanpa batas, berkreasi tanpa henti, RUBI memandang bonsai tidak hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai gerakan ekonomi kreatif dan edukasi.
Perjalanan Organisasi:
Pada lima tahun pertama, RUBI telah memiliki 72 cabang di Indonesia. Pada usia ke tujuh tahun, jumlahnya berkembang menjadi lebih dari 100 cabang di Nusantara. Di tahun ke sembilan ini, jumlah cabang terus bertambah hingga ke pelosok daerah.
Konsistensi pameran menjadi kunci ekspansi. RUBI telah menggelar dua pameran dan kontes skala nasional di awal berdirinya, yaitu Festival Nusantara Satu di Jakarta pada tahun 2017 dan Festival Nusantara Dua Piala Mendagri di Surabaya pada 25 November hingga 2 Desember 2018. Selanjutnya festival tumbuh subur di berbagai daerah seperti Lamongan, Kediri, Situbondo, Ponorogo, Kudus, hingga Solo Raya.
Fokus Generasi Muda:
Prof. Zudan Arif Fakrulloh terus mendorong generasi muda untuk menyukai bonsai sebagai aktivitas produktif.
“Kalau generasi muda kita sudah produktif, sibuk, pasti jauh dari masalah narkoba, psikotropika akan bisa kita hindarkan,” kata Prof. Zudan.
Menurutnya, RUBI tidak hanya menjadi tempat berkumpul penghobi, tetapi juga menjadi sekolah karakter yang mengajarkan kesabaran, ketelitian, keuletan, dan apresiasi terhadap proses. Salah satu contohnya adalah Bonsai Cianci miliknya yang bernilai miliaran rupiah sebagai hasil dari puluhan tahun kesabaran.
Penutup:
Memasuki usia ke sembilan, RUBI mengusung ajakan Ayo RUBI kan Indonesia. Sembilan tahun menumbuhkan kebersamaan menjadi bukti bahwa hobi dapat menyatukan bangsa dari Sabang sampai Merauke, lintas profesi, suku, dan usia dalam satu bahasa, cinta pada bonsai.







