Pembangunan Pelabuhan Perikanan Modern Rp 1,2 T di Jembrana Resmi Dimulai!

Ket Foto: Pembangunan Pelabuhan Perikanan Modern Rp 1,2 T di Jembrana Resmi Dimulai,(ist)

JEMBRANA – Pembangunan konstruksi Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Banjar Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, resmi dimulai. Proyek bernilai triliunan rupiah ini digadang-gadang bakal menjadi pusat perikanan modern terintegrasi berstandar internasional.

Mulainya pembangunan ditandai dengan seremoni groundbreaking yang dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono pada Selasa (29/9).

banner 728x250

Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Anggota Komisi IV DPR RI Nyoman Adi Wiryatama, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, hingga jajaran Forkopimda Kabupaten Jembrana.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, pembangunan Integrated Fishing Port and Market Phase 1 di Jembrana menelan investasi sekitar Rp 1,2 triliun. Nilai tersebut jauh lebih besar ketimbang Pelabuhan Kejawanan Cirebon yang berkisar Rp 400 miliar, mengingat besarnya kapasitas kapal dan potensi perikanan di wilayah Jembrana.

“Di sini besar, sekitar Rp 1,2 triliun. Karena di depan itu ada WPP 718 yang banyak sekali tuna sirip biru di sana,” ujar Sakti usai acara groundbreaking.

Usung Konsep Bersih, Bebas Bau, dan Berorientasi Ekspor

Sakti menjelaskan bahwa pelabuhan modern di Jembrana ini dirancang mengadopsi konsep pelabuhan perikanan luar negeri. Kawasan ini nantinya tidak hanya melayani transaksi hasil laut, tetapi juga dilengkapi pasar ikan bersih hingga pusat kuliner.

“Teman-teman nanti bisa membayangkan kalau pernah ke luar negeri melihat pelabuhan perikanan yang begitu bersih, bagus, ekonominya berjalan dengan baik. Kita juga akan melakukan hal yang sama di sini,” jelasnya.

“Tidak ada lagi yang bau. Semuanya tertata dengan baik. Kalau datang ke sini tidak hanya terjadi transaksi sektor perikanan, tetapi juga bisa ada pasar ikan yang bersih, kemudian kuliner dan seterusnya,” lanjut Sakti.

Dengan kedekatannya ke WPP 718, PPN Pengambengan ditargetkan menjadi kawasan penampungan dan pengolahan premium fish yang difokuskan untuk pasar ekspor.

Pengembangan di Jembrana ini menjadi satu dari empat proyek percontohan (modeling) pelabuhan perikanan modern di Indonesia bersama Cirebon, Cilacap, dan Bitung.

Penataan Kapal Industri dan Perlindungan Nelayan Lokal

Dalam kesempatan itu, Sakti juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menata alokasi zona penangkapan dan pelabuhan. Kapal-kapal industri yang sebelumnya beroperasi di kawasan Benoa akan diarahkan berlabuh di pelabuhan baru ini. Langkah ini diambil untuk memisahkan zona industri perikanan dari kawasan pariwisata Benoa.

“Itu izin penangkapan ikan saya yang mengeluarkan izin. Saya tidak keluarkan izinnya kalau mereka enggak dari sini. Itu saja intinya,” tegas Sakti.

Meski difokuskan untuk industri, Sakti memastikan nelayan kecil tetap mendapatkan ruang khusus. Kapal nelayan lokal di bawah 30 GT akan disediakan tempat tersendiri, sementara nelayan skala harian (one-day fishing) di bawah 12 mil laut akan didukung melalui program Kampung Nelayan.

“Yang di bawah 12 mil, yang kecil-kecil, yang hanya one-day fishing, kita bangunkan semua. Nah, di sini untuk levelnya industri. Jadi industri harus ikut aturan industri,” tambahnya.

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik dimulainya pembangunan pelabuhan perikanan modern ini. Menurutnya, proyek ini merupakan impian lama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali dalam mengoptimalkan potensi sektor kelautan dari hulu ke hilir.

“Saya mewakili Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri. Ini sangat luar biasa, yang sudah menjadi harapan masyarakat Bali dan Pemerintah Provinsi Bali sejak lama,” ungkap Koster.

Koster optimistis keberadaan pelabuhan modern ini dapat menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Jembrana serta membawa dampak positif bagi kesejahteraan nelayan.

“Ini merupakan program yang akan menangani kelautan dan perikanan dari hulu sampai hilir, dan akan menjadi pusat perekonomian baru di Kabupaten Jembrana… pendapatan utama para nelayan kita akan semakin meningkat dan berdampak pada kesejahteraan para nelayan kita,” pungkasnya.

 

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250