DENPASAR – Gerbong mutasi besar-besaran bergulir di tubuh Kepolisian Daerah (Polda) Bali. Ratusan perwira menengah (Pamen) hingga perwira pertama (Pama) resmi bergeser posisi sebagai bagian dari penyegaran organisasi di Pulau Dewata.
Mutasi tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolda Bali yang terbit pada Sabtu (2/5). Langkah ini menjadi sinyal kuat percepatan penyegaran personel di tengah tingginya dinamika keamanan di Bali.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, membenarkan kabar perombakan besar tersebut. Ia menegaskan daftar nama dan jabatan yang bergeser sudah final.
“Mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kinerja dan profesionalisme anggota,” ujar Ariasandy kepada wartawan, Sabtu (2/5).
Perombakan kali ini disebut bukan sekadar rotasi rutin. Ada kebutuhan mendesak untuk memperkuat lini kepolisian di Bali yang merupakan destinasi wisata internasional dengan mobilitas tinggi.
Sejumlah posisi strategis ikut terdampak, mulai dari jabatan Kapolsek di jajaran Polres, Kepala Bagian (Kabag), Kasat, hingga perwira di berbagai direktorat.
Mekanisme yang digunakan adalah tour of duty dan tour of area. Artinya, perwira staf didorong untuk memimpin wilayah (lapangan), sementara personel yang kenyang pengalaman di lapangan ditarik untuk memperkuat posisi manajerial.
Tantangan keamanan di Bali saat ini dinilai tidak ringan. Mulai dari ancaman kejahatan jalanan, peredaran narkotika, hingga kejahatan siber yang kian kompleks.
Sebab itu, Ariasandy menyebut pejabat baru yang ditunjuk diminta segera bergerak cepat dan tidak berleha-leha. Mereka diinstruksikan langsung memetakan potensi kerawanan di wilayah masing-masing.
“Harus segera beradaptasi, baca potensi kerawanan, dan pastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” tegasnya.
Adapun agenda serah terima jabatan (sertijab) akan dilaksanakan dalam waktu dekat, baik di Mapolda Bali maupun di masing-masing Polres jajaran. Selama masa transisi, pejabat lama diminta tetap memastikan program kerja berjalan tanpa gangguan.







