Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan secara resmi membuka Lomba Bulan Bahasa Bali (BBB) ke-VIII Tahun 2026 tingkat Kabupaten Jembrana, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini dipusatkan di Wantilan Pura Kahyangan Jagat Majapahit dan diikuti ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan serta unsur masyarakat adat.
Pembukaan berlangsung khidmat dan sarat nuansa budaya Bali. Acara diawali penampilan geguntangan diiringi gegitaan yang menggambarkan kupu-kupu sebagai simbol transformasi siklus kehidupan, sekaligus menjadi maskot Bulan Bahasa Bali ke-VIII.
Tahun ini, Bulan Bahasa Bali mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”, yang dimaknai sebagai altar pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai taman pembangun jiwa yang luhur.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara, SE, MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan Bulan Bahasa Bali merupakan komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga identitas budaya Bali.
“Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 ini kami laksanakan sebagai upaya berkelanjutan untuk menjaga, menguatkan, dan memuliakan bahasa, aksara, serta sastra Bali agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ujar Sapta Negara.
Ia juga menyampaikan bahwa para juara pertama dari masing-masing cabang lomba nantinya akan mewakili Kabupaten Jembrana pada ajang Bulan Bahasa Bali tingkat Provinsi Bali.
“Para juara satu akan menjadi wakil Jembrana pada Bulan Bahasa Bali tingkat Provinsi Bali yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Februari 2026,” tambahnya.
Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, ST, MT, yang mewakili Bupati Jembrana, dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian lomba.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Jembrana menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Bulan Bahasa Bali yang dinilai strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal, khususnya kepada generasi muda.
“Melalui Bulan Bahasa Bali ini, kita berharap generasi muda semakin mencintai, memahami, dan menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari, sehingga warisan budaya ini tetap lestari,” ungkapnya.
Usai membuka acara, Wakil Bupati Jembrana juga berkesempatan meninjau langsung pelaksanaan lomba dan memberikan dukungan serta motivasi kepada seluruh peserta.
Sementara itu, Kepala Bidang ATWB Disparbud Kabupaten Jembrana, I Gede Suartana, SE, MM, menjelaskan bahwa Bulan Bahasa Bali ke-VIII tingkat Kabupaten Jembrana tahun ini mempertandingkan enam jenis lomba.
“Pada Bulan Bahasa Bali ke-VIII ini, kami menyelenggarakan enam jenis wimbakara, dengan total peserta sebanyak 115 orang dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jembrana,” jelas Suartana.
Adapun enam jenis lomba tersebut meliputi Nyurat Aksara Bali tingkat SD dengan 20 peserta, Nyurat Lontar tingkat SMP sebanyak 36 peserta, Mesatua Bali oleh Paiketan Krama Istri (Pakis) Jembrana dengan 5 peserta, Pidarta Basa Bali oleh Bendesa Adat atau Prajuru Adat yang diikuti 5 peserta, Ngewacen Lontar tingkat SMA/SMK sebanyak 13 peserta, serta Debat Basa Bali tingkat SMA/SMK yang diikuti 36 peserta.
Melalui pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap nilai-nilai budaya Bali, khususnya bahasa, aksara, dan sastra Bali, semakin mengakar kuat di tengah masyarakat dan terus diwariskan lintas generasi seiring perkembangan zaman. (!)







