Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar Gebyar Pelayanan Publik Kabupaten Magetan 2025 di kawasan Seribu Manfaat Pasar Baru Magetan, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini menjadi etalase berbagai inovasi layanan publik yang dikemas meriah dan edukatif, sekaligus sarana mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Bupati Magetan Nanik Sumantri menegaskan bahwa gebyar ini bertujuan untuk mempromosikan seluruh layanan yang tersedia di Mall Pelayanan Publik (MPP) Magetan. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui secara langsung kemudahan dan ragam layanan yang kini bisa diakses dalam satu tempat.
“Kegiatan ini untuk mempromosikan apa saja pelayanan yang ada di Mall Pelayanan Publik. Tadi sudah dijelaskan oleh Ibu Kepala DPTMPTSP , ada sekitar 30 jenis pelayanan yang ditampilkan. Harapannya, ini bisa menarik minat investasi dan pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat Magetan,” ujar Bupati Nanik.
Ia menambahkan, pelayanan publik yang cepat, transparan, dan terintegrasi menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Magetan, Sunarti Condrowati, S.Sos, MSi, menyampaikan bahwa Gebyar Pelayanan Publik ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan kemudahan pelayanan. Semua layanan kami perkenalkan secara langsung, agar masyarakat paham alur, syarat, dan manfaatnya,” jelas Condro.
Menariknya, dalam kegiatan ini Pemkab Magetan juga melibatkan pelajar SMA . Langkah tersebut disebut Chondro sebagai bentuk kolaborasi dengan generasi muda.
“Kami mengundang anak-anak sekolah sebagai bagian dari kolaborasi dengan generasi muda. Ini penting karena generasi muda rawan terhadap hal-hal negatif, sehingga perlu dikenalkan sejak dini dengan pelayanan publik, birokrasi yang baik, dan aktivitas positif,” tambahnya.
Gebyar Pelayanan Publik Magetan 2025 tak hanya menghadirkan stan pelayanan, tetapi juga edukasi, sosialisasi perizinan, hingga interaksi langsung antara masyarakat dengan penyelenggara layanan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik, memperkuat iklim investasi, dan mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. (%)







