Negara – Empat pemuda diduga terlibat dalam perusakan tiga baliho Alat Peraga Kampanye (APK) milik PDIP di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, berhasil diamankan pada Sabtu (2/12/2023) siang. Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, menyatakan bahwa para pelaku sudah berada dalam kendali pihak kepolisian.
“Sudah kita amankan dan saat ini tengah berkoordinasi dengan Bawaslu Jembrana sesuai laporan yang telah kami terima,” ujar Dewa Juliana.
Pande Made Ady Muliawan, Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Jembrana, menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki waktu dua hari untuk mengkaji dan menentukan pemenuhan aspek formil dan materiil terkait kasus ini.
Perusakan baliho APK Capres-cawapres, Caleg DPR RI, dan Caleg DPRD kabupaten di utara tugu Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 04.00 Wita. Pande menyatakan pihaknya sedang mengumpulkan data dan fakta terkait keempat orang pemuda yang menjadi terduga pelaku.
Kejadian ini merupakan laporan pidana pertama yang diterima oleh Bawaslu Jembrana selama masa kampanye. Sebelumnya, baliho pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, di desa Pohsanten juga menjadi sasaran perusakan oleh orang tak dikenal pada dinihari Sabtu (2/12). Perusakan tersebut melibatkan pembongkaran dan percobaan pembakaran, meskipun upaya pembakaran tidak berhasil dilakukan. Perusakan terjadi setelah baliho tersebut masih berdiri sejajar dengan baliho caleg dari partai politik lain pada Jumat (1/12) malam sebelumnya.







